WARTAPTM.ID, SDIOARJO — Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali melahirkan tenaga kesehatan profesional melalui prosesi Pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan XLII yang diselenggarakan oleh Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Farmasi.
Sebanyak 120 apoteker resmi diambil sumpahnya dalam prosesi yang berlangsung khidmat pada Sabtu (9/5/2026) di Purwokerto. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, kolegium farmasi, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, para preseptor, dosen, serta keluarga lulusan.
Dekan Fakultas Farmasi UMP, Binar Asrining Dhiani, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga komitmen profesi setelah menyelesaikan pendidikan.
“Setelah kalian menyelesaikan pendidikan di Fakultas Farmasi UMP, kami berharap komitmen kepada masyarakat tetap terjaga, menjunjung tinggi almamater, serta bertanggung jawab terhadap profesi dan kehidupan secara luas,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa 120 apoteker yang telah diambil sumpahnya secara resmi diserahkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sebagai bagian dari kontribusi nyata institusi dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Perwakilan lulusan turut menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut, seraya mengakui bahwa proses pendidikan profesi yang dilalui penuh dengan tantangan dan perjuangan.
“Perjalanan yang kami tempuh bukan perjalanan yang mudah. Ada doa dan perjuangan di dalamnya. Namun dengan tekad dan kesungguhan, hari ini kami siap mengemban amanah sebagai apoteker,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada universitas dan para dosen atas ilmu dan bimbingan yang telah diberikan selama masa pendidikan.
“Kami berterima kasih kepada universitas dan para dosen atas bekal ilmu yang akan kami gunakan dalam menjalankan profesi ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I UMP, Saefurrohman, menyampaikan rasa bangga atas capaian para lulusan serta mengingatkan tanggung jawab besar yang kini diemban sebagai tenaga kesehatan.
“Kalian terpilih untuk mengemban amanah sebagai apoteker. Ini berarti kalian telah mendedikasikan diri untuk kesehatan masyarakat, bahkan bagi bangsa dan negara,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa kebutuhan tenaga apoteker di berbagai daerah masih tinggi, sehingga para lulusan diharapkan siap mengabdi di mana pun dibutuhkan.
“Masih banyak daerah yang kekurangan apoteker. Kalian harus siap ditempatkan di mana pun. Ini adalah tugas mulia untuk kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Melalui prosesi sumpah ini, para lulusan resmi menyandang profesi apoteker dan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, baik di Jawa Tengah maupun secara nasional.
Be the first to comment