UMP Dorong Infrastruktur Hijau dan Tangguh Bencana Lewat Civil Carnival

UMP Dorong Infrastruktur Hijau dan Tangguh Bencana Lewat Civil Carnival
UMP Dorong Infrastruktur Hijau dan Tangguh Bencana Lewat Civil Carnival, pada Selasa, 12 Mei 2026.

WARTAPTM.ID, SIDOARJO — Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus memperkuat perannya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan keilmuan dan inovasi. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Civil Carnival 10.0 yang digelar oleh Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Sains pada Selasa, 12 Mei 2026. di Purwokerto.

Mengangkat tema “Modernisasi Infrastruktur Ramah Lingkungan dan Green Building Berbasis SDGs 9”, kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi kalangan akademisi, mahasiswa, dan praktisi untuk merespons tantangan global, khususnya dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan di Indonesia turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Tidak hanya seminar, Civil Carnival 10.0 juga menghadirkan berbagai kompetisi akademik sebagai upaya memperkuat kapasitas dan keterampilan mahasiswa di bidang teknik sipil.

Ketua Program Studi Teknik Sipil UMP, Juanita, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang integratif antara penguatan teori dan praktik.

“Civil Carnival menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi material, pemahaman struktur, hingga kemampuan perancangan digital dan manajerial dalam dunia konstruksi,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai lomba seperti beton, balsa, AutoCAD, hingga simulasi tender proyek dirancang menyerupai kondisi nyata di industri jasa konstruksi. Hal ini diharapkan mampu memberikan pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus memperkuat kesiapan lulusan.

Rektor UMP, Jebul Suroso, mengapresiasi inisiatif Fakultas Teknik dan Sains yang dinilai konsisten menghadirkan kegiatan akademik yang inovatif dan kontekstual.

“Tema yang diangkat sangat relevan dengan arah pengembangan keilmuan teknik saat ini. Kami bangga karena kegiatan ini melibatkan delegasi dari berbagai daerah di Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, mahasiswa teknik sipil dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi konstruksi modern, sekaligus mampu menghadirkan solusi pembangunan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Sementara itu, Guru Besar Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung, Muhamad Abduh, menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga tangguh terhadap risiko bencana.

“Infrastruktur berkelanjutan harus memiliki ketangguhan terhadap bencana. Indonesia memiliki karakteristik geografis yang rentan terhadap gempa, banjir, dan perubahan iklim, sehingga perencanaan pembangunan harus disesuaikan dengan kondisi tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa konsep green building yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-9, perlu memperhatikan efisiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan, serta aspek keselamatan jangka panjang.

“Pembangunan tidak cukup hanya modern secara tampilan, tetapi harus aman, berkelanjutan, dan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.

Melalui Civil Carnival 10.0, UMP menegaskan komitmennya sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dalam melahirkan inovasi keilmuan yang berdampak luas. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mampu mendorong lahirnya gagasan konstruktif dalam pembangunan infrastruktur hijau, tangguh bencana, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Be the first to comment

Leave a Reply