UMB Wisuda 455 Lulusan, Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkemajuan

UMB Wisuda 455 Lulusan, Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkemajuan
UMB Wisuda 455 Lulusan, Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkemajuan. (Sabtu, 23/5/2026).

WARTAPTM.ID, BENGKULU — Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) mengukuhkan 455 wisudawan dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana, Profesi Ners, dan Pascasarjana Periode Mei 2026 yang berlangsung pada Sabtu (23/5/2026) di Bengkulu.

Momentum wisuda ini menjadi istimewa karena beriringan dengan capaian UMB yang berhasil meraih akreditasi institusi “Unggul”, menjadikannya sebagai perguruan tinggi swasta pertama di Provinsi Bengkulu yang memperoleh status tersebut.

Rektor UMB, Susiyanto, menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal dari tanggung jawab baru lulusan di tengah masyarakat.

“Menjadi lulusan UMB tidak hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga membangun karakter, integritas, dan kemampuan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa proses pendidikan yang telah dilalui para mahasiswa merupakan bekal penting untuk menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus kehidupan sosial.

“Selamat kepada seluruh wisudawan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk terus berkarya dan memberi kontribusi nyata,” tambahnya.

UMB terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan institusi melalui penguatan internasionalisasi. Hal ini ditandai dengan kehadiran mahasiswa internasional dari berbagai negara yang secara aktif menempuh pendidikan di kampus tersebut.

Selain itu, UMB juga memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa yang mencapai sekitar Rp10 miliar setiap tahun. Kampus ini juga tengah mempersiapkan pembukaan Fakultas Kedokteran sebagai bagian dari pengembangan layanan pendidikan tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Moh. Mudzakkir selaku Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah memberikan refleksi mengenai arah pendidikan Muhammadiyah.

“Pendidikan Muhammadiyah bukan sekadar mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk manusia berkemajuan yang memiliki integritas, kepemimpinan, dan komitmen pengabdian,” ujarnya.

Selain menyampaikan apresiasi, Mudzakkir juga berpesan bahwa lulusan PTMA harus mampu memadukan keilmuan dengan nilai moral dan spiritual, sehingga dapat berkontribusi sebagai solusi atas berbagai persoalan bangsa.

“Di tengah disrupsi global, lulusan tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. Mereka harus membangun jejaring, menjaga reputasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah II, Ishak Iskandar, mengapresiasi capaian UMB sebagai PTS unggul pertama di Bengkulu. Ia mengingatkan para lulusan agar tidak terjebak dalam sikap eksklusif setelah menyandang gelar akademik.

“Hindari ‘sindrom toga’ yaitu sifat merasa lebih baik atau eksklusif setelah mendapat gelar sehingga enggan membaur dengan masyarakat dan terlalu selektif memilih pekerjaan perdana.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan di masa depan ditentukan oleh kemampuan adaptasi dan kolaborasi.

“Jadilah manusia pembelajar sepanjang hayat. Ke depan, yang akan memenangkan kompetisi bukan hanya mereka yang menguasai ilmu, tetapi mereka yang mampu beradaptasi dan berkolaborasi,” pesannya.

Perwakilan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Zulhendri, mendorong para lulusan untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah.

“Kami berharap lulusan UMB mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi, membuka peluang usaha, serta berkontribusi bagi kemajuan Bengkulu,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya semangat kewirausahaan, kreativitas, serta kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pembangunan.

UMB memberikan penghargaan kepada wisudawan berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian mereka. Lulusan terbaik jenjang sarjana diraih oleh Wik Silvia Fauzi dengan IPK 4,00.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada lulusan terbaik jenjang Pascasarjana dan Profesi Ners, serta mahasiswa berprestasi di bidang non-akademik, termasuk kategori inspiratif, kepemimpinan, dan inovasi. Keberagaman lulusan juga tercermin dari rentang usia wisudawan, mulai dari yang termuda hingga yang paling senior.

Rangkaian wisuda ditutup dengan penyerahan simbolis Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) kepada perwakilan alumni oleh Muhammadiyah.

Be the first to comment

Leave a Reply