WARTAPTM.ID, PURWOKERTO – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus mempertegas komitmennya dalam memperkuat budaya riset dan inovasi melalui kegiatan Sosialisasi Integrasi Riset, Inovasi, dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan yang digelar di Aula Syamsuhadi Irsyad, UMP Tower, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Agus Haryono, serta diikuti oleh pimpinan universitas, dekan, ketua lembaga, kepala program studi, dan dosen di lingkungan UMP.
Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan BRIN dalam mendorong peningkatan kualitas riset dan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Wakil Rektor IV UMP Bidang Riset, Inovasi, dan Publikasi, Akhmad Darmawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam menguatkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek penelitian.
“Potensi riset dosen UMP terbuka sangat luas untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Riset yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti pada publikasi, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peluang besar yang dapat dimanfaatkan oleh dosen UMP melalui berbagai skema pendanaan yang disediakan oleh BRIN.
“BRIN telah menyiapkan berbagai skema pendanaan riset. Ini menjadi peluang besar bagi dosen untuk mengembangkan penelitian sekaligus menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh dosen UMP untuk memanfaatkan momentum pembukaan proposal riset nasional yang tengah berlangsung.
“Pengajuan proposal riset dibuka mulai 1 hingga 30 Juli 2026. Kami mendorong seluruh dosen untuk menyiapkan proposal terbaik dan memanfaatkan kesempatan ini secara optimal,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UMP, Jebul Suroso, menyampaikan bahwa kehadiran BRIN di UMP menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas riset dosen, khususnya dalam memahami skema dan arah kebijakan pendanaan nasional.
“Kami berharap kegiatan ini tidak sekadar sosialisasi, tetapi mampu mengarahkan penelitian dosen agar semakin berkualitas dan berdampak luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menilai, kesempatan berdiskusi langsung dengan BRIN merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas proposal riset dosen agar lebih kompetitif di tingkat nasional.
“Dialog langsung dengan BRIN ini sangat penting untuk memperkuat kualitas proposal riset dosen UMP, sehingga mampu bersaing dan memperoleh pendanaan nasional,” ujarnya.
Rektor juga mengungkapkan bahwa UMP terus melakukan evaluasi terhadap kualitas proposal penelitian, menyusul masih adanya proposal dosen yang belum berhasil mendapatkan pendanaan.
Hal tersebut, menurutnya, menjadi dorongan bagi universitas untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas para peneliti.
Dengan dukungan berbagai bidang keilmuan, mulai dari kesehatan, farmasi, teknik, pendidikan hingga ilmu sosial, UMP dinilai memiliki potensi besar untuk menghasilkan riset unggulan yang berdaya saing dan berdampak luas.
Melalui penguatan ekosistem riset yang terintegrasi, UMP optimistis mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional.
Be the first to comment