WARTAPTM.ID, TANGERANG – Kabar membanggakan datang dari Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT). Dekan Fakultas Teknik UMT, Rohmat Taufiq, resmi meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka di Universitas Bina Nusantara (BINUS), Kampus Alam Sutera, Jumat (31/7/2026).
Dalam sidang tersebut, ia dinyatakan lulus dengan nilai akhir A sekaligus menjadi doktor ke-133 dari Universitas Bina Nusantara. Capaian ini menambah deretan prestasi akademik pimpinan UMT dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam disertasinya yang berjudul “Model Penelusuran Rantai Pasok Beras Organik (Oryza sativa L.) dengan Menggunakan Teknologi Blockchain di Provinsi Banten”, Rohmat mengembangkan model sistem berbasis teknologi digital untuk meningkatkan transparansi distribusi pangan.
Model tersebut memungkinkan proses penelusuran produk beras organik dilakukan secara menyeluruh, mulai dari petani hingga konsumen. Dengan teknologi blockchain, setiap tahapan distribusi dapat tercatat secara transparan, akuntabel, dan sulit dimanipulasi.
Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan jaminan keaslian produk, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta mendorong efisiensi dalam pengelolaan rantai pasok pangan.
Rektor UMT, Desri Arwen, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai riset yang dilakukan memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan pembangunan nasional.
“Disertasi ini tidak hanya memiliki nilai akademis yang tinggi, tetapi juga sejalan dengan program penguatan ketahanan pangan nasional. Pemanfaatan blockchain dalam sektor pertanian menjadi terobosan strategis,” ujarnya.
Menurutnya, inovasi teknologi yang mampu meningkatkan transparansi dan keterlacakan produk pangan merupakan bagian penting dari transformasi digital sektor pertanian.
Sidang terbuka tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan UMT, mulai dari Badan Pembina Harian (BPH), Wakil Rektor, hingga dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Teknik.
Kehadiran keluarga besar kampus menjadi bentuk dukungan terhadap perjalanan akademik Rohmat hingga berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya.
Usai dinyatakan lulus, Rohmat berharap hasil penelitiannya tidak berhenti pada ranah akademik semata, tetapi dapat diimplementasikan secara luas.
Ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung sistem pangan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Dengan capaian ini, UMT kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan riset yang tidak hanya memperkuat aspek akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam sektor ketahanan pangan.
Be the first to comment