WARTAPTM.ID, TULANG BAWANG BARAT – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 36 Universitas Muhammadiyah (UM) Metro membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, memanfaatkan layanan digital untuk mengembangkan usahanya.
Program yang dilaksanakan pada Jumat (24/7/2026) tersebut dilakukan melalui pendampingan pendaftaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan penambahan lokasi usaha pada Google Maps.
Program tersebut berangkat dari hasil observasi mahasiswa yang menemukan sebagian pelaku UMKM masih mengandalkan transaksi tunai. Di sisi lain, sejumlah usaha belum memiliki informasi lokasi yang mudah ditemukan melalui layanan digital.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa membantu pelaku UMKM memahami manfaat pembayaran digital sekaligus memperluas keberadaan usaha mereka di ruang digital.
Di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dani Anggoro, S.Kom., M.Kom., mahasiswa melakukan pendampingan secara langsung dari satu usaha ke usaha lainnya. Pendampingan mencakup edukasi literasi keuangan digital, proses pendaftaran QRIS, hingga penentuan lokasi usaha pada Google Maps.
Ketua Pelaksana Program KKN Kelompok 36 mengatakan pendampingan tidak hanya diarahkan untuk membuatkan layanan digital bagi pelaku usaha, tetapi juga memastikan mereka memahami cara menggunakannya.
“Langkah digitalisasi ini merupakan kunci bagi UMKM di Panaragan Jaya untuk naik kelas dan beradaptasi dengan tren konsumen modern. Kami tidak sekadar membuatkan akun, tetapi memastikan adanya transfer pengetahuan sehingga para pelaku usaha dapat mengelola QRIS secara mandiri,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan usaha pada Google Maps juga diharapkan membantu masyarakat dari luar wilayah menemukan lokasi UMKM di Panaragan Jaya.
“Harapan kami, dengan adanya Google Maps, visibilitas pasar mereka meluas dan transaksi menjadi jauh lebih aman, praktis, serta tercatat dengan baik,” katanya.
Pendampingan tersebut mendapat respons positif dari pelaku UMKM, khususnya mereka yang sebelumnya belum banyak menggunakan teknologi digital untuk mendukung kegiatan usaha.
Pada tahap evaluasi, lebih dari 10 UMKM telah didampingi dan terdaftar dalam layanan QRIS. Usaha yang mengikuti program tersebut antara lain warung kelontong, toko sembako, serta usaha makanan dan minuman.
Selain mendukung transaksi non-tunai, digitalisasi tersebut juga diarahkan untuk membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar. Dengan lokasi usaha yang dapat ditemukan melalui layanan pemetaan digital, konsumen memiliki akses yang lebih mudah untuk menemukan dan mengunjungi UMKM setempat.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa dalam mendorong pemanfaatan teknologi untuk pemberdayaan masyarakat. Digitalisasi UMKM juga berkaitan dengan upaya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan pengembangan inovasi berbasis teknologi.
Melalui KKN, UM Metro mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi UMKM Panaragan Jaya, QRIS dan Google Maps menjadi langkah awal untuk memperkuat keberadaan usaha di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin terhubung dengan teknologi digital.
Be the first to comment