WARTAPTM.ID, TULANG BAWANG BARAT – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 44 Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) mengajak masyarakat Kelurahan Daya Murni, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, mengolah limbah botol plastik menjadi paving block.
Program yang berlangsung pada 7–8 Agustus 2024 tersebut menyasar warga di RK 1, 2, 4, dan 6. Kegiatan dilakukan melalui edukasi mengenai dampak limbah plastik sekaligus praktik pengolahan sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Sebanyak 10 mahasiswa KKN Kelompok 44 terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya memberikan pemahaman mengenai persoalan sampah plastik, tetapi juga mendampingi warga dalam proses pembuatan paving block berbahan botol plastik bekas.
Salah satu mahasiswa KKN Kelompok 44 mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah plastik.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa limbah plastik yang biasanya hanya dibuang sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi produk yang berguna. Ini juga salah satu cara kami berkontribusi untuk lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai dampak limbah plastik terhadap lingkungan. Warga kemudian diajak mengikuti demonstrasi dan praktik langsung, mulai dari proses pengolahan hingga pencetakan paving block.
Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta mengikuti diskusi dan praktik secara langsung untuk memahami tahapan pengolahan limbah plastik menjadi produk yang dapat dimanfaatkan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 44, Dani Anggoro, S.Kom., M.Kom., mengapresiasi inisiatif mahasiswa tersebut. Menurutnya, kegiatan KKN semestinya tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga siap berkontribusi langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Metro, Satrio Budi Wibowo, menilai program tersebut menjadi bentuk pengabdian yang merespons persoalan lingkungan di masyarakat.
Menurutnya, inovasi yang dibawa mahasiswa perlu diarahkan agar dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat setelah program KKN berakhir.
“Program yang dijalankan Kelompok 44 ini merupakan wujud nyata dari pengabdian institusi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh warga dapat terus diterapkan sehingga pengelolaan limbah plastik tidak berhenti pada kegiatan KKN.
“Harapannya, transfer knowledge ini bisa menjadi gerakan komunal yang mandiri di Desa Daya Murni,” imbuhnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UM Metro berupaya mendorong masyarakat melihat limbah plastik tidak semata sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai material yang dapat dimanfaatkan kembali.
Program ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan edukasi dan inovasi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Be the first to comment