WARTAPTM.ID, SIDOARJO — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memberangkatkan delapan mahasiswa yang tergabung dalam Brigadir Relawan Mahasiswa Tanggap Bencana (Bramasgana) untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Para relawan akan menjalankan misi kemanusiaan selama 14 hari di Manggarai Timur, salah satu wilayah yang terdampak gempa. Pelepasan relawan dilakukan di Ruang Rapat Kampus 1 Umsida, Selasa (29/9), oleh Wakil Rektor III Umsida Dr Nurdyansyah, M.Pd.
Nurdyansyah mengatakan keberangkatan Bramasgana menjadi bagian dari kepedulian Umsida terhadap masyarakat yang masih menghadapi masa pemulihan pascabencana.
“Ini juga menjadi langkah bahwa kita tidak hanya elegan dalam bidang akademik dan non-akademik, tapi di bidang sosial kita juga gercep untuk bisa membantu korban bencana,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa yang diberangkatkan merupakan relawan terpilih yang memiliki kepedulian sosial untuk terlibat langsung dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Nurdyansyah berharap para relawan dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak selama berada di lokasi.
“Mudah-mudahan kebaikan ini adik-adik insyaallah nanti akan dicatat sebagai amal ibadah yang sangat luar biasa,” tuturnya.
Fokus pada Pemulihan Psikososial dan Sekolah Darurat
Ketua Bramasgana Umsida, Tatan Rackhen Ariaseta, menjelaskan tim akan memfokuskan kegiatan pada pendampingan psikososial dan dukungan sekolah darurat. Program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan di lapangan dan dikoordinasikan bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur.
Tatan mengatakan gempa tidak hanya berdampak pada kondisi fisik masyarakat, tetapi juga memengaruhi mata pencaharian dan kondisi psikologis warga.
“Dampak dari gempa bumi kemarin itu melumpuhkan mata pencaharian dari orang tua di sana. Sehingga banyak orang tua yang pasrah. Tingkat resiliensinya masih rendah dan belum bisa untuk bangkit,” jelasnya.
Karena itu, pendampingan psikososial diarahkan untuk membantu masyarakat membangun kembali semangat dan kemampuan menghadapi kondisi setelah bencana.
Selain masyarakat dewasa, Bramasgana juga menyiapkan kegiatan bagi anak-anak melalui aktivitas edukatif dan rekreatif. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi anak-anak untuk kembali beraktivitas setelah mengalami situasi bencana.
“Kemungkinan besar kami akan membuat seperti semacam pesta rakyat. Sehingga teman-teman adik-adik bisa hidup kembali, ceria kembali, dalam artian tidak terpuruk terus menerus,” kata Tatan.
Bramasgana Umsida tidak bekerja sendiri. Selama berada di Manggarai Timur, tim akan berkoordinasi dengan MDMC Jawa Timur dan relawan dari perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya yang telah lebih dahulu berada di lokasi.
Koordinasi tersebut dilakukan agar intervensi yang diberikan dapat berkesinambungan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami mendapatkan info dari teman-teman Maharesigana UMM terkait kondisi yang ada di sana, sehingga nanti untuk intervensi psikososial dan sekolah darurat kami tidak mengulang lagi, tapi meneruskan dari apa yang sudah dilakukan,” jelas Tatan.
Sebelum diberangkatkan, para relawan Bramasgana juga telah mendapatkan pembekalan mengenai intervensi psikososial dari tenaga pendamping. Pembekalan tersebut menjadi bagian dari persiapan agar mahasiswa dapat menjalankan pendampingan secara tepat selama berada di wilayah terdampak.
Melalui keberangkatan tersebut, Bramasgana Umsida diharapkan tidak hanya membantu proses pemulihan masyarakat di Manggarai Timur, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami kebutuhan masyarakat setelah bencana.
Bagi Umsida, keterlibatan mahasiswa dalam aksi kemanusiaan menjadi bagian dari upaya menghadirkan kontribusi perguruan tinggi di tengah persoalan masyarakat.

Be the first to comment