Debut Kompetisi Internasional, Mahasiswi UMPO Raih Medali Perunggu Ju-Jitsu

Debut Kompetisi Internasional, Mahasiswi UMPO Raih Medali Perunggu Ju-Jitsu

WARTAPTM.ID, PONOROGO – Debut di arena internasional menjadi pengalaman berharga bagi Ghaida Silmi Adilah. Mahasiswi Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) itu berhasil meraih medali perunggu dalam kompetisi Ju-Jitsu internasional di Kamboja.

Capaian tersebut menjadi prestasi internasional pertama Ghaida sekaligus pengalaman pertamanya bertanding di luar Indonesia. Medali perunggu itu dipersembahkannya untuk Indonesia, Jawa Timur, dan almamaternya, UMPO.

Ghaida mengaku bersyukur dapat merasakan atmosfer pertandingan internasional. Menurutnya, kompetisi di luar negeri memberikan pengalaman berbeda karena mempertemukannya dengan atlet dari berbagai negara dengan karakter dan kemampuan bertanding yang beragam.

“Ini pengalaman yang sangat berharga dan istimewa bagiku. Rasanya berbeda sekali bertanding di luar negeri dibandingkan di dalam negeri. Kita bisa bertemu atlet dari negara lain dan tahu bagaimana cara mereka bermain dan seberapa berat power mereka,” ungkap Ghaida, Kamis (27/8/2026).

Perjalanan menuju podium tidak berlangsung mudah. Pada babak awal, Ghaida harus menghadapi lawan yang lebih berpengalaman, bahkan berusia 37 tahun dan berprofesi sebagai pelatih.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Ghaida. Namun, persiapan yang dilakukan bersama tim serta semangat untuk memberikan kemampuan terbaik membantunya melewati persaingan hingga berhasil membawa pulang medali.

Selain persiapan pertandingan, Ghaida menilai kekompakan tim menjadi salah satu hal penting selama mengikuti kompetisi di Kamboja. Dukungan antarpeserta membuat setiap anggota tim dapat saling membantu, terutama ketika menghadapi kendala selama pertandingan.

“Yang mengesankan sih kekompakan tim. Kalau ada salah satu dari kita yang cedera atau butuh hal lain selama pertandingan maupun selama kita di sana, tim sangat solid,” ujarnya.

Bagi Ghaida, medali perunggu yang diraihnya bukan sekadar capaian di atas podium. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bahwa keberanian untuk mencoba, konsistensi berlatih, dan kemauan untuk bangkit dari kegagalan merupakan bagian penting dalam meraih prestasi.

Ia pun mengajak mahasiswa untuk tidak menjadikan keterbatasan lingkungan maupun kegagalan sebagai alasan untuk berhenti berkembang.

Menurut Ghaida, setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk menentukan keberhasilannya melalui bidang yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.

“Mau kalian kuliah di mana pun dan seperti apa kampusnya, hebat atau tidaknya kampus, sukses atau tidaknya kalian itu tergantung diri masing-masing. Jadi kalau mau terus maju, lakukan hal yang memang sesuai passion dan keinginan kalian,” pesannya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak takut menghadapi kegagalan. Menurutnya, kegagalan seharusnya menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk memperbaiki diri.

“Gagal jangan dijadikan alasan buat nggak mau ikut lagi. Justru gagal jadikan motivasi kalau ke depannya kalian bisa jauh lebih baik lagi dari sebelumnya,” lanjutnya.

Prestasi Ghaida di Kamboja menambah deretan capaian mahasiswa UMPO di bidang nonakademik. Lebih dari itu, keberhasilannya menunjukkan bahwa mahasiswa perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki ruang untuk mengembangkan potensi dan berkompetisi hingga tingkat internasional.

Be the first to comment

Leave a Reply