WARTAPTM.ID, KLATEN – Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) mengenalkan konsep “apotek dapur” kepada remaja sebagai bagian dari edukasi kesehatan reproduksi dan penanganan nyeri menstruasi. Edukasi tersebut dikemas melalui kegiatan pengabdian masyarakat di SMK Muhammadiyah 3 Klaten Tengah, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan bertajuk “Upaya Optimalisasi tentang Tatalaksana Swamedikasi Dismenorea di Kalangan Remaja melalui Apotek Dapur” itu dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi DIII Farmasi dan DIII Kebidanan UMKLA melalui program hibah internal Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMKLA.
Tim pengabdian terdiri atas Rahmi Nurhaini, Aristhasari Putri, dan Astri Wahyuningsih bersama tim. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus bentuk kontribusi mahasiswa di tengah masyarakat.
Sebanyak 59 siswa dan empat guru mengikuti kegiatan tersebut. Sebelum pelaksanaan, tim terlebih dahulu melakukan survei untuk mengidentifikasi kebutuhan dan persoalan yang dihadapi mitra.
Edukasi diberikan melalui ceramah, pemutaran video, pembagian modul, praktik pembuatan jamu kunyit asam, diskusi, dan kuis. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan dismenorea, gejala, penanganan secara farmakologis dan nonfarmakologis, serta pemanfaatan sejumlah bahan dapur untuk membantu mengurangi keluhan nyeri menstruasi.

Melalui konsep “apotek dapur”, tim UMKLA berupaya mengenalkan pemanfaatan bahan yang mudah ditemukan di rumah sebagai bagian dari pengetahuan kesehatan sehari-hari. Salah satu praktik yang dilakukan adalah pembuatan jamu kunyit asam.
Konsep tersebut sekaligus menjadi pendekatan edukasi yang lebih dekat dengan kehidupan remaja. Siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak memahami dan mempraktikkan secara langsung pengolahan bahan yang telah diperkenalkan.
Kepala SMK Muhammadiyah 3 Klaten Tengah mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan yang dikemas secara interaktif dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah.
Ia juga menilai kehadiran dosen dan mahasiswa UMKLA memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam mengenali cara sederhana menjaga kesehatan, khususnya kesehatan reproduksi.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti materi dan berinteraksi dengan fasilitator. Suasana edukasi semakin cair melalui sesi diskusi, kuis, dan praktik pembuatan jamu.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian jamu kunyit asam kepada peserta yang dilanjutkan dengan minum bersama.
Bagi UMKLA, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan kesehatan masyarakat. Keterlibatan mahasiswa juga menjadi ruang pembelajaran untuk membangun kepedulian sekaligus pengalaman pengabdian di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, UMKLA tidak hanya memperkenalkan pengetahuan mengenai dismenorea kepada remaja, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran untuk mengenali kondisi tubuh dan memahami pilihan penanganan yang tepat.
Pengabdian tersebut diharapkan dapat memperkuat literasi kesehatan reproduksi remaja sekaligus menjadi langkah awal membangun kebiasaan hidup sehat melalui edukasi yang sederhana, aplikatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Be the first to comment