WARTAPTM.ID, PALEMBANG — Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) mendorong seluruh jajaran pimpinan menerjemahkan hasil Leadership and Management Training (LMT) ke dalam peningkatan kinerja dan tata kelola di unit masing-masing.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, saat menutup LMT Pimpinan UM Palembang di Hotel Santika Premiere Palembang, Kamis (3/9/2026).
LMT yang berlangsung selama tiga hari, 1–3 September 2026, diikuti 84 pimpinan strategis UM Palembang. Peserta terdiri atas dekan, wakil dekan, ketua program studi, pimpinan Pascasarjana, kepala lembaga, hingga kepala biro.
Mengusung tema “Membangun Kepemimpinan Visioner untuk Universitas Unggul dan Berkemajuan”, kegiatan tersebut diarahkan untuk menyatukan visi dan memperkuat kapasitas kepemimpinan di seluruh lingkungan universitas.
Muhammad Sayuti menegaskan, keberhasilan LMT tidak cukup diukur dari selesainya rangkaian pelatihan. Hasil pelatihan harus terlihat melalui perubahan kinerja ketika para pimpinan kembali menjalankan tugas di unit masing-masing.
“Setelah mengikuti LMT, pimpinan Universitas Muhammadiyah Palembang harus menghasilkan kinerja yang lebih baik,” tegasnya.
Akreditasi Unggul Harus Memberi Dampak
Muhammad Sayuti juga mengingatkan bahwa predikat akreditasi Unggul yang diraih UM Palembang sejak Agustus 2025 harus memberikan dampak yang lebih luas.
Menurutnya, akreditasi tidak semestinya berhenti sebagai capaian administratif. Predikat tersebut harus tercermin dalam peningkatan kualitas layanan, reputasi institusi, kepercayaan masyarakat, serta kesejahteraan warga universitas dan persyarikatan.
“Akreditasi unggul harus memberikan dampak secara luas, baik bagi civitas akademika maupun masyarakat. Di antaranya memperkuat citra pelayanan dan kepercayaan masyarakat terhadap reputasi Universitas Muhammadiyah Palembang, bahkan lebih jauh memberikan kesejahteraan bagi civitas akademika dan persyarikatan,” ujarnya.
Pesan tersebut menempatkan kepemimpinan sebagai salah satu faktor penting dalam memastikan capaian mutu perguruan tinggi tidak berhenti pada pengakuan formal, tetapi berlanjut menjadi perbaikan institusi yang dirasakan sivitas akademika dan masyarakat.
Rektor UM Palembang, Abid Djazuli, mengatakan pelaksanaan LMT merupakan bagian dari upaya strategis universitas untuk menyamakan visi, memperkuat sinergi, dan meningkatkan kapasitas manajerial jajaran pimpinan.
“Saya meyakini bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas formalitas organisasi, melainkan sebuah ikhtiar strategis dalam menyamakan visi, memperkuat sinergi, dan meningkatkan kapasitas manajerial kita semua,” katanya.
Menurut Abid, tantangan perguruan tinggi semakin kompleks dan kompetitif. Kondisi tersebut membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mampu menjalankan fungsi administratif, tetapi juga dapat menginspirasi, menggerakkan, beradaptasi, dan menjadi teladan.
Sebagai perguruan tinggi Islam, UM Palembang juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan proses pendidikan melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi memiliki moral, integritas, dan karakter yang kuat.
“Tugas besar ini berada di pundak Bapak dan Ibu sekalian, para Dekan, Wakil Dekan, Ketua Prodi, Kepala Biro, dan Kepala Lembaga sebagai motor penggerak universitas ini,” ujarnya.
Abid berharap pengalaman dan materi yang diperoleh selama LMT segera diterjemahkan ke dalam program kerja di masing-masing unit. Menurutnya, hasil pelatihan harus menjadi energi baru untuk membangun tata kelola yang adaptif, komunikatif, dan solutif.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengurangi ego sektoral dan memperkuat koordinasi antarfakultas, program studi, biro, dan lembaga.
“Keberhasilan Universitas Muhammadiyah Palembang adalah hasil dari kerja kolektif-kolegial kita bersama, bukan kerja individu,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya LMT, tantangan berikutnya adalah memastikan kesamaan visi dan kapasitas kepemimpinan yang dibangun selama pelatihan benar-benar diterapkan dalam pengelolaan unit kerja. Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar UM Palembang menjaga predikat Unggul sekaligus mendorong tata kelola universitas yang semakin berdampak dan berkemajuan.
Be the first to comment