WARTAPTM.ID, PALEMBANG — Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) memperkuat kapasitas kepemimpinan dan tata kelola institusi melalui Leadership and Management Training (LMT) Pimpinan. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar kampus menjaga sekaligus meningkatkan mutu setelah meraih akreditasi Unggul.
Mengusung tema “Membangun Kepemimpinan Visioner untuk Universitas Unggul dan Berkemajuan”, LMT berlangsung selama tiga hari di Hotel Santika Premiere Palembang, Selasa–Kamis (1–3 September 2026).
Sebanyak 84 pimpinan strategis UM Palembang mengikuti pelatihan tersebut. Peserta terdiri atas dekan, wakil dekan, ketua program studi, Direktur Pascasarjana, Sekretaris Program Studi Pascasarjana, kepala lembaga, hingga kepala biro.
Ketua Panitia LMT, Sri Rahayu, mengatakan keterlibatan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menjadi dukungan penting dalam pelaksanaan pelatihan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yang telah terlibat aktif dalam LMT Pimpinan Universitas Muhammadiyah Palembang. Pendampingan ini menjadi energi positif bagi para pimpinan untuk menguatkan tata kelola institusi,” ujarnya.
Rektor UM Palembang, Abid Djazuli, menegaskan bahwa predikat akreditasi Unggul tidak boleh membuat perguruan tinggi berhenti berbenah. Sebaliknya, capaian tersebut membawa tanggung jawab untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas institusi.
“Raihan akreditasi Unggul bukan titik akhir, melainkan tanggung jawab besar yang harus terus dijaga. Melalui LMT ini, para pimpinan diharapkan mampu mengasah kapabilitas, merespons dinamika zaman, dan menghadirkan inovasi demi membawa Universitas Muhammadiyah Palembang semakin berkemajuan,” ungkapnya.
Menurutnya, penguatan kapasitas pimpinan diperlukan agar setiap unsur pengelola universitas memiliki kesiapan menghadapi perubahan sekaligus mampu menerjemahkan visi institusi ke dalam langkah yang konkret.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Palembang, M. Idris, menambahkan bahwa keterlibatan seluruh jajaran pimpinan dalam LMT merupakan bagian dari upaya menyatukan visi dan memperkuat sinergi kelembagaan.
“Komitmen kita bersama dalam mengikuti LMT ini adalah bagian penting dari upaya menguatkan sinergi bersama. Sinergi yang kokoh di antara seluruh pemangku kebijakan menjadi kunci utama untuk terus memajukan Universitas Muhammadiyah Palembang,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, memberikan apresiasi atas respons cepat UM Palembang dalam menyelenggarakan LMT. Menurutnya, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya membangun kohesi kelembagaan yang kokoh. Menurut Muttaqin, penguatan kepemimpinan merupakan sebagai bagian penting dari keberlanjutan mutu Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA).
“Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kebersamaan dan mempercepat transformasi universitas menuju kualitas yang lebih unggul,” ungkapnya.
Ia juga memaparkan, saat ini terdapat 165 PTMA di Indonesia. Jumlah tersebut setara sekitar empat persen dari total kurang lebih 4.400 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 21 PTMA telah meraih akreditasi Unggul, termasuk UM Palembang.
Secara nasional, lanjutnya, jumlah perguruan tinggi yang memperoleh akreditasi Unggul berada di kisaran 240 kampus. Dengan demikian, 21 PTMA Unggul tersebut menyumbang sekitar sembilan persen dari keseluruhan perguruan tinggi berpredikat Unggul di Indonesia.
“Artinya, 21 PTMA Unggul tersebut menyumbang sekitar 9 persen dari total kampus unggul di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Palembang sudah masuk ke jajaran elite 9 persen tersebut,” jelasnya.
Menurut Ahmad Muttaqin, capaian tersebut perlu disikapi dengan rasa syukur sekaligus tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas. Karena itu, LMT tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan manajerial, tetapi juga membentuk cara pandang pimpinan dalam membaca tantangan dan peluang masa depan.
“Bagian dari kesyukuran itu adalah dengan menyelenggarakan LMT ini. Sebab dengan LMT ini akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang tahu masa depan, berjiwa visioner, serta siap membawa Universitas Muhammadiyah Palembang terus unggul dan berkemajuan,” pungkasnya.
LMT Pimpinan UM Palembang menghadirkan instruktur dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan unsur pengembangan organisasi PP Muhammadiyah. Keterlibatan tersebut diharapkan memperkuat perspektif kepemimpinan, tata kelola, dan pengembangan organisasi dalam menghadapi dinamika perguruan tinggi ke depan.
Be the first to comment