WARTAPTM.ID, MALANG — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir berpesan kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk membangun kebanggaan terhadap almamater sekaligus menjadikan masa kuliah sebagai ruang untuk mengembangkan ilmu, akhlak, dan kepribadian.
Pesan tersebut disampaikan Haedar secara virtual dalam agenda Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PESMABA) Gen 26 UMM, Selasa (8/9/2026). Sambutan tersebut diikuti lebih dari 6.000 mahasiswa baru UMM.
Haedar meminta mahasiswa baru tidak memandang keberadaan mereka di UMM sebagai pilihan kedua karena tidak diterima di perguruan tinggi lain. Sebaliknya, ia mendorong mahasiswa untuk meyakini bahwa UMM merupakan pilihan yang baik untuk menempuh pendidikan tinggi.
“UMM adalah kampus yang terbaik, kampus unggul, dan kampus kebanggaan Muhammadiyah yang diakui dunia internasional. Maka, jangan merasa terlempar karena tidak diterima di kampus lain. Mantapkan diri bahwa Anda berkuliah di UMM adalah suatu pilihan yang terbaik,” pesan Haedar.
Menurut Haedar, UMM telah berkontribusi dalam melahirkan sejumlah tokoh bangsa dan ilmuwan. Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah, UMM juga berada dalam lingkungan Persyarikatan yang membawa semangat dakwah Islam berkemajuan.
Haedar kemudian menyampaikan dua pesan utama kepada mahasiswa baru selama menjalani kehidupan di kampus. Pertama, mahasiswa perlu membangun kebiasaan positif selama menempuh pendidikan.
Menurutnya, masa kuliah merupakan kesempatan penting untuk menuntut ilmu, mengembangkan keahlian, mendewasakan diri, membangun relasi, serta menjaga kehidupan spiritual dan bakti kepada orang tua.
“Di kampus inilah kalian belajar ilmu, tapi di kampus ini juga kalian akan belajar tentang akhlak dan kehidupan yang baik,” ujarnya.
Pesan tersebut menempatkan pendidikan tinggi bukan semata-mata sebagai proses memperoleh pengetahuan dan gelar akademik. Bagi Haedar, kehidupan kampus juga menjadi ruang pembentukan karakter agar mahasiswa mampu menjalani kehidupan secara lebih matang dan bertanggung jawab.
Pesan kedua adalah menjaga keterhubungan dengan Persyarikatan Muhammadiyah. Haedar menilai Muhammadiyah dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terus berkembang sekaligus memberikan kontribusi bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
“Muhammadiyah milik bersama dan milik siapa saja, bangun Muhammadiyah untuk kepentingan baik bagi kebangsaan dan menjadi manusia yang terbaik, khairunnas anfa’uhum linnas,” katanya.
Menutup sambutannya, Haedar mengutip QS Al-Hujurat ayat 13. Ia mengajak mahasiswa untuk membangun kehidupan yang baik di tengah keberagaman, meningkatkan ketakwaan, dan menghadirkan kebaikan bagi sesama.
Ia menegaskan, keberhasilan mahasiswa selama berada di perguruan tinggi tidak cukup diukur dari capaian akademik. Pendidikan juga perlu membentuk pribadi yang memiliki ketakwaan dan mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Di sini bukan sekadar kuliah, tapi belajar kehidupan menjadi insan yang bertakwa sekaligus memberi maslahat dan manfaat untuk kebaikan orang banyak,” pungkasnya.

Be the first to comment