WARTAPTM.ID, PURWOKERTO — Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) meloloskan empat tim mahasiswa ke Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2026. Capaian tersebut menempatkan UMP dalam jajaran 10 besar PTMA dengan jumlah tim terbanyak yang lolos ke ajang kewirausahaan mahasiswa tingkat nasional tersebut.
Berdasarkan pengumuman Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Belmawa pada 8 September 2026, empat tim UMP dinyatakan lolos dan akan mengikuti KMI Expo 2026 yang berlangsung pada 29 September–1 Oktober 2026.
Empat tim tersebut berasal dari tiga fakultas, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Komposisi tersebut menunjukkan pengembangan kewirausahaan mahasiswa UMP mulai tumbuh dari berbagai bidang keilmuan.
Koordinator Islamic Student Business Incubator (ISBI) UMP, Ns. M. Hanif Prasetya Adhi, M.Kep., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama mahasiswa, dosen pendamping, fakultas, dan ekosistem kewirausahaan kampus.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian ini. Lolosnya empat tim UMP ke KMI Expo merupakan hasil dari kerja keras mahasiswa, dosen pendamping, fakultas, dan seluruh ekosistem kewirausahaan yang terus dibangun. Yang paling membanggakan adalah tim yang lolos tidak hanya berasal dari FEB, tetapi juga dari FIKES dan FKIP. Ini menunjukkan bahwa kewirausahaan dapat tumbuh dari berbagai disiplin ilmu,” ungkap Hanif.
Menurut Hanif, pengembangan kewirausahaan di perguruan tinggi perlu menghilangkan anggapan bahwa aktivitas tersebut hanya menjadi ruang mahasiswa ekonomi dan bisnis. Mahasiswa dari bidang kesehatan, pendidikan, teknologi, dan disiplin lainnya juga memiliki peluang mengembangkan kompetensi keilmuan menjadi inovasi yang bernilai ekonomi maupun sosial.
Untuk itu, ISBI UMP bersama fakultas dan dosen pendamping memberikan pendampingan sejak tahap pengembangan gagasan. Proses tersebut mencakup penguatan ide bisnis, validasi kebutuhan pasar, pengembangan produk, penyusunan Business Model Canvas (BMC), strategi pemasaran, hingga persiapan presentasi dan penyampaian gagasan bisnis.
“Yang kami lakukan adalah membangun ekosistem. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk mengikuti kompetisi, tetapi dibimbing mulai dari menemukan masalah, menciptakan solusi, menguji produk, memahami pelanggan, menyusun model bisnis, sampai bagaimana inovasi tersebut memiliki keberlanjutan secara bisnis,” jelasnya.
Pendekatan tersebut juga disesuaikan dengan bidang keilmuan mahasiswa. Tim dari FIKES diarahkan mengembangkan gagasan yang berangkat dari kebutuhan kesehatan masyarakat, sedangkan mahasiswa FKIP mengembangkan inovasi yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan dan pembelajaran.
“Justru kekuatan mahasiswa FIKES dan FKIP ada pada keilmuan mereka. Tantangannya adalah bagaimana mengubah kompetensi tersebut menjadi inovasi yang memiliki value proposition, dibutuhkan masyarakat, dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bisnis. Di situlah fungsi inkubator dan pendampingan kewirausahaan,” tambah Hanif.
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) UMP, Efi Miftah Faridli, mengapresiasi capaian empat tim tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menunjukkan mahasiswa UMP memiliki ruang untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi di luar capaian akademik.
“Kami sangat mengapresiasi capaian mahasiswa UMP yang berhasil lolos ke KMI Expo 2026. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita memiliki kreativitas, keberanian berinovasi, dan kemampuan untuk mengembangkan gagasan menjadi sebuah produk yang kompetitif. Yang lebih membanggakan, prestasi ini lahir dari lintas fakultas sehingga memperlihatkan bahwa potensi kewirausahaan mahasiswa UMP sangat luas,” ujar Efi.
Efi mengatakan BKA akan terus mendukung program yang membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, kreativitas, prestasi, dan pengalaman berwirausaha. Ia berharap inovasi yang dikembangkan mahasiswa tidak berhenti setelah mengikuti kompetisi.
“Harapannya, capaian ini tidak berhenti pada KMI Expo saja. Mahasiswa perlu terus didorong agar inovasi yang telah dikembangkan dapat berkelanjutan, memiliki pengguna, serta mampu berkembang menjadi usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Wakil Rektor III UMP, Ikhsan Mujahid, juga menilai capaian tersebut sejalan dengan upaya UMP membangun budaya mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan mandiri.
“Kami bersyukur dan bangga atas capaian empat tim UMP yang lolos KMI Expo 2026. Ini merupakan bukti bahwa ekosistem kemahasiswaan dan kewirausahaan di UMP terus berkembang. Keberhasilan tim dari FKIP dan FIKES juga menjadi bukti bahwa kewirausahaan tidak terbatas pada bidang ekonomi dan bisnis, tetapi dapat dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu,” ungkap Ikhsan.
Menurut Ikhsan, perguruan tinggi perlu menyediakan ekosistem yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan gagasan menjadi inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ke depan, kami ingin semakin banyak mahasiswa UMP yang berani menjadi problem solver sekaligus opportunity creator. Inovasi yang lahir dari kampus harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memiliki keberlanjutan. Karena itu, sinergi antara mahasiswa, dosen pendamping, fakultas, BKA, ISBI, dan seluruh unit terkait perlu terus diperkuat,” jelasnya.
KMI Expo 2026 juga diharapkan menjadi ruang bagi empat tim UMP untuk memperluas jejaring dengan perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, maupun calon mitra. Selain berkompetisi, mahasiswa dapat memanfaatkan forum tersebut untuk memperoleh masukan dan membuka peluang pengembangan inovasi setelah kegiatan berlangsung.
Ikhsan berharap keberhasilan empat tim tersebut dapat mendorong lebih banyak mahasiswa UMP dari berbagai bidang keilmuan untuk mengembangkan gagasan dan memulai usaha.
“Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Kewirausahaan tidak harus dimulai dari fakultas ekonomi. Siapa pun bisa menjadi entrepreneur selama mampu melihat masalah sebagai peluang, menghadirkan solusi, dan memiliki kemauan untuk terus belajar serta berkembang,” pungkasnya.

Be the first to comment