Mahasiswa UMPO Jalankan Misi Kemanusiaan di NTT, Dampingi Pendidikan Anak Penyintas Bencana

Mahasiswa UMPO Jalankan Misi Kemanusiaan di NTT, Dampingi Pendidikan Anak Penyintas Bencana

WARTAPTM.ID, PONOROGO — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) Muhammad Afif Fathurrahman berangkat ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjalankan misi kemanusiaan bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) tersebut akan terlibat dalam pendampingan pendidikan dan pemulihan psikososial anak-anak terdampak bencana.

Afif yang juga merupakan anggota Satgas Tanggap Bencana (Saptagana) UMPO ditugaskan bersama tim relawan untuk membantu penanganan bencana di NTT pada 18 September hingga 10 Oktober 2026.

Keikutsertaan Afif bermula dari pendaftaran relawan yang dibuka untuk penugasan ke NTT. Dari relawan asal Ponorogo yang diberangkatkan, terdapat tiga orang, termasuk Afif sebagai perwakilan UMPO dan Saptagana.

“Alhamdulillah kebetulan terpilih sebagai relawan yang berangkat dari Ponorogo,” ujar Afif, Kamis (17/9/2026).

Bagi Afif, penugasan tersebut menjadi pengalaman baru sekaligus kesempatan untuk terlibat langsung dalam kerja kemanusiaan. Ia berharap kehadirannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana.

“Alhamdulillahnya terpilih dan ini merupakan pengalaman baru yang hebat buat saya. Dan ini juga termasuk misi kemanusiaan yang juga hal yang baru juga,” tuturnya.

Dalam penugasan di lapangan, Afif akan menjalankan tugas pada bidang pendidikan kebencanaan. Ia akan mendampingi anak-anak yang terdampak bencana melalui kegiatan pendidikan dan pemulihan psikososial.

“Untuk di sana, job desknya nanti saya sebagai pendidikan bencana, jadi nanti akan mengajar anak-anak yang terkena dampak-dampak bencana di sana,” jelasnya.

Bagi Afif, keterlibatan dalam misi tersebut didorong oleh empati terhadap masyarakat yang terdampak sekaligus keinginan untuk memberikan manfaat secara langsung.

“Alasan ingin jadi relawan di sana karena termasuk juga rasa empati juga. Dan juga merupakan semangat saya, karena saya ingin bermanfaat untuk orang banyak juga dan ingin bermanfaat terutama yang terkena bencana,” katanya.

Peran tersebut menjadi bagian penting dalam pendampingan anak di wilayah terdampak bencana. Selain membantu keberlanjutan aktivitas pendidikan, pendampingan juga diarahkan untuk membantu anak menghadapi situasi yang mereka alami setelah bencana.

Afif berharap pengalaman tersebut dapat memberikan manfaat bagi anak-anak maupun masyarakat di lokasi penugasan.

Wakil Rektor III UMPO Dr Sugeng Wibowo, M.H., mengatakan pengiriman Afif merupakan bagian dari keberlanjutan misi kemanusiaan UMPO bersama MDMC. Tim yang diberangkatkan kali ini juga menjadi bagian dari sistem rotasi relawan untuk menggantikan tim sebelumnya yang telah bertugas di lokasi bencana.

“Tim ini menjadi penting terutama untuk mahasiswa, karena selain membantu yang terkait dengan kebencanaan, juga belajar dari sisi prinsip-prinsip kemanusiaan. Jelas di sana itu ada perbedaan budaya, agama, dan seterusnya,” ujar Sugeng.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk membantu penanganan bencana, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran langsung mengenai nilai kemanusiaan di tengah masyarakat yang memiliki keragaman budaya dan agama.

Karena itu, UMPO membekali anggota kontingen dengan pesan untuk menjaga sikap selama menjalankan tugas dan tetap berfokus pada kebutuhan masyarakat terdampak.

“Tadi sudah kita sampaikan agar mahasiswa yang ke sana itu betul-betul memegang prinsip-prinsip kemanusiaan dan fokus pada penanganan bencana,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Saptagana UMPO Bayu Nuryanto, S.Kep., berpesan agar relawan menjaga kesehatan, keselamatan, serta kekompakan selama berada di lokasi bencana.

“Sebagai motivasi untuk kita semua, bahwa sebagai relawan kemanusiaan, dunia relawan adalah ruang sunyi yang hanya diisi oleh orang-orang pilihan. Maka dari itu, selamat bertugas, anda adalah orang pilihan saat ini. Hati-hati di lokasi bencana, jaga kesehatan dan kesatuan kita sebagai Relawan Muhammadiyah atau MDMC,” pesannya.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply