UMSA Bekali Mahasiswa Baru dengan Edukasi Karhutla dan Kepedulian Lingkungan

UMSA Bekali Mahasiswa Baru dengan Edukasi Karhutla dan Kepedulian Lingkungan

WARTAPTM.ID, SAMPIT — Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA) memasukkan isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kepedulian lingkungan dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.

Melalui PKKMB yang berlangsung selama lima hari, 7–11 September 2026, UMSA tidak hanya membekali mahasiswa baru dengan pengenalan kehidupan akademik, tetapi juga mengajak mereka memahami persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat di daerah.

Mengusung tema “UMSA Berdampak: Mencerahkan, Berkemajuan, Berkearifan Lokal, dan Berkelanjutan”, rangkaian kegiatan berlangsung di sejumlah lokasi, mulai dari Pra-PKKMB di GOR UMSA, penyampaian materi di Aula Islamic Center Sampit, hingga Malam Keakraban di Kampus 1 UMSA.

Salah satu materi yang mendapat perhatian ialah mitigasi bencana, khususnya karhutla yang menjadi persoalan di wilayah Kotawaringin Timur. Pada hari kedua PKKMB, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Agus Mulyadi, S.Kep., Sp.Kom., memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru.

Agus menjelaskan bahwa karhutla tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan masyarakat dan ketersediaan air bersih. Ia menyebut persoalan krisis air bersih telah dirasakan di 25 desa di wilayah selatan Kotawaringin Timur.

Karena itu, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ia mengajak masyarakat membangun semangat gotong royong, baik dalam upaya pencegahan maupun penanganan bencana.

Komitmen terhadap isu lingkungan juga diterapkan dalam pelaksanaan PKKMB. UMSA mewajibkan peserta dan panitia membawa tumbler pribadi selama kegiatan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan kampus.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kebiasaan ramah lingkungan sejak mahasiswa memasuki kehidupan perguruan tinggi. Edukasi ekologis tidak berhenti pada materi, tetapi diterapkan melalui kebiasaan sederhana selama kegiatan.

Kepedulian mahasiswa dan sivitas akademika UMSA kemudian berlanjut setelah rangkaian PKKMB berakhir. Pada Sabtu (12/9/2026), UMSA menggelar aksi solidaritas dengan menyalurkan bantuan kepada relawan yang terlibat dalam penanggulangan karhutla di lapangan.

Selain mendukung para relawan, sivitas akademika UMSA juga menggalang donasi dan melakukan kunjungan ke panti asuhan di wilayah setempat.

Rangkaian tersebut memperlihatkan upaya UMSA menghubungkan pengenalan kehidupan kampus dengan persoalan yang dihadapi masyarakat sekitar. Mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik, tetapi juga diajak mengenali persoalan ekologis dan sosial di daerahnya.

Melalui pendekatan tersebut, UMSA mendorong mahasiswa baru untuk tumbuh sebagai bagian dari sivitas akademika yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat, serta nilai-nilai kearifan lokal.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply