WARTAPTM.ID, SURABAYA — Dekan Fakultas Pendidikan Komunikasi dan Sains (FPKS) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Achmad Hidayatullah, Ph.D., meraih Pro Laudanda Promotione Award 2026 dari University of Szeged, Hungaria.
Nama Achmad Hidayatullah tercantum dalam daftar penerima penghargaan pada laman resmi Doctoral School of Education, University of Szeged. Ia menjadi penerima penghargaan tersebut untuk tahun 2026.
University of Szeged menjelaskan, Pro Laudanda Promotione Award diberikan oleh University Doctoral Council kepada maksimal enam lulusan doktor setiap tahun. Penghargaan tersebut ditujukan bagi lulusan yang menyelesaikan pendidikan doktor melalui program terstruktur dan memenuhi seluruh persyaratan dengan kualitas yang dinilai luar biasa.
Achmad Hidayatullah atau yang akrab disapa Dayat mengatakan penghargaan tersebut merupakan bagian dari proses akademik yang dijalaninya selama menempuh studi doktoral di University of Szeged.
Selama studi, ia banyak melakukan penelitian mengenai epistemological beliefs dalam pembelajaran matematika. Riset tersebut kemudian menghasilkan sejumlah publikasi ilmiah di jurnal internasional.
“Selama studi saya banyak melakukan riset, khususnya terkait epistemological beliefs dalam pembelajaran matematika. Dari proses tersebut, saya menghasilkan sejumlah publikasi, termasuk 13 publikasi di jurnal yang terindeks Scopus pada kuartil Q1 hingga Q3,” ujar Dayat, Selasa (22/9/2026).
Rekam jejak tersebut sejalan dengan bidang kepakaran Dayat yang antara lain mencakup beliefs, epistemological beliefs, metacognition, dan digital education. Sejumlah hasil penelitiannya juga telah diterbitkan dalam jurnal internasional yang diterbitkan oleh Springer, Taylor & Francis, SAGE, serta The Asia-Pacific Education Researcher.
Menurut Dayat, penghargaan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan penyelesaian pendidikan doktoral. Capaian akademik dan riset selama masa studi menjadi bagian dari proses yang mengantarkannya menerima penghargaan tersebut.
Setiap tahun, University of Szeged memberikan penghargaan tersebut kepada maksimal enam lulusan doktor. Pada 2026, nama Dayat tercatat dalam daftar penerima bersama penerima lainnya dari berbagai negara.
Dayat menilai penghargaan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan akademiknya sekaligus menjadi dorongan untuk melanjutkan kegiatan penelitian.
“Penghargaan ini sangat bergengsi karena diberikan kepada lulusan doktor yang dinilai memiliki pencapaian akademik yang luar biasa. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi saya untuk terus melakukan riset,” tuturnya.
Ia berharap capaian tersebut tidak berhenti sebagai penghargaan personal. Menurutnya, pengalaman selama studi doktoral perlu diteruskan melalui penelitian yang lebih produktif dan memiliki manfaat yang lebih luas.
“Harapan saya ke depan tentu bisa semakin produktif melakukan riset yang berdampak dan menghasilkan publikasi di jurnal internasional. Semoga ke depan semakin banyak mahasiswa dan akademisi Indonesia yang juga bisa menerima penghargaan seperti ini,” pungkas Dayat.

Be the first to comment