WARTAPTM.ID, SIDOARJO — Memilih perguruan tinggi tidak hanya menjadi keputusan calon mahasiswa. Bagi keluarga, pilihan kampus juga berkaitan dengan kepercayaan terhadap lingkungan pendidikan, layanan akademik, hingga pembentukan karakter anak selama menjalani perkuliahan.
Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang muncul dalam Forum Ta’aruf Wali Mahasiswa Baru (Fortawa) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan yang digelar secara hybrid di Auditorium KH Ahmad Dahlan Kampus 1 Umsida dan melalui Zoom Meeting, Sabtu (26/9/2026), menjadi ruang bagi universitas untuk membangun komunikasi langsung dengan keluarga mahasiswa baru.
Sejumlah wali mahasiswa mengaku memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai lingkungan dan sistem pendidikan Umsida setelah mengikuti kegiatan tersebut. Bagi mereka, informasi tersebut turut memperkuat keyakinan dalam menitipkan pendidikan putra-putrinya di Umsida.
Muhimatul Hasanah, wali mahasiswa dari Hanina Yasmin, mahasiswa Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM), mengatakan dirinya sempat mencari informasi dari sejumlah perguruan tinggi sebelum akhirnya memilih Umsida.
“Alhamdulillah dari sekian kampus yang kita cari, bermacam-macam, sudah keterima di beberapa juga. Tapi Allah menakdirkan di sini. Kemarin sudah memang jatuh hati di sini, sekarang makin bagus, makin kagum, makin bersyukur anak saya di sini,” ungkapnya.
Menurut Muhimatul, Fortawa memberi kesempatan kepada orang tua untuk mengenal kampus secara langsung. Dengan demikian, keluarga tidak hanya memperoleh informasi mengenai perguruan tinggi melalui media sosial, iklan, atau cerita dari calon mahasiswa.
“Bukan hanya mahasiswanya yang tahu, tapi orang tuanya juga tahu. Memang ternyata harus seperti ini untuk memberi info ke wali mahasiswa. Mudah-mudahan tiap tahun ada seperti ini,” ujarnya.
Mempertimbangkan Pendidikan, Fasilitas, dan Lingkungan
Pertimbangan serupa disampaikan Mujiati, wali mahasiswa dari Rifqi Fawas Firmansyah, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin. Ia mengatakan kualitas pendidikan, fasilitas, agama, serta lokasi menjadi beberapa pertimbangan keluarganya dalam memilih Umsida.
“Terkenal bagus untuk masalah pendidikan, terus agamanya, fasilitasnya juga bagus. Terus masih terjangkau dari rumah, tempatnya juga,” jelasnya.
Warga Tulangan tersebut mengaku sudah mengenal lingkungan pendidikan Muhammadiyah sejak sebelumnya karena pernah menempuh pendidikan di sekolah Muhammadiyah.
“Iya, dulu kan saya juga sekolah di Muhammadiyah, jadi tidak asing dengan Umsida,” katanya.
Bagi Mujiati, Fortawa juga membantu orang tua memahami proses pendidikan yang akan dijalani anak selama menjadi mahasiswa. Ia mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilai memberikan informasi sekaligus pelayanan yang mudah diikuti.
“Senang sih. Santai, rileks, terus tempatnya juga nyaman. Tadi juga banyak yang mengarahkan, jadi tidak bingung sama sekali,” ungkapnya.
Ia berharap putranya dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa, memiliki bekal keagamaan, dan memperoleh masa depan yang baik setelah menyelesaikan pendidikan.
“Dia kan lebih tambah dewasa. Terus untuk segi keagamaannya, kalau di sini bagus. Semoga nanti kalau lulus dapat pekerjaan yang baik, yang bisa membahagiakan kedua orang tua dan membanggakan nama Umsida,” katanya.
Orang Tua Ingin Anak Memiliki Masa Depan Lebih Baik
Sementara itu, Didik Sucipto, wali mahasiswa dari Sitika Anggraini Sucipto, mahasiswa Program Studi Akuntansi, mengatakan keinginannya memberikan pendidikan yang lebih baik menjadi salah satu alasan memilih Umsida.
“Dari dulu memang saya sudah menginginkan anak saya ikut jejak saya ada di sini. Biarpun saya bukan alumni di sini, saya memahami untuk ke depannya anak saya bisa menempuh atau memperbaiki masa depannya,” tuturnya.
Didik yang juga bekerja sebagai petugas keamanan di Umsida mengatakan Fortawa memberikan informasi yang cukup lengkap mengenai sistem pendidikan dan kehidupan mahasiswa.
“Alhamdulillah, kami bisa memahami karena tadi mendapat penjelasan tentang sistem dan informasi tentang mahasiswa Umsida dengan sangat rinci,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan tinggi merupakan bagian dari ikhtiar keluarga untuk mempersiapkan masa depan anak. Ia berharap putrinya dapat memiliki kehidupan dan pekerjaan yang lebih baik setelah menyelesaikan pendidikan.
“Yang jelas namanya orang tua, seharusnya anak bisa mendapat kehidupan yang ke depannya supaya layak dan mendapat pekerjaan lebih baik. Jangan sampai seperti bapaknya, harus lebih baik dari orang tuanya,” ungkapnya.
Setelah sekitar 10 tahun menjadi bagian dari Umsida sebagai tim keamanan, Didik juga melihat perkembangan kampus yang dinilainya semakin baik.
“Umsida ini sudah beda dari masa yang dulu, sekarang sudah unggul, segalanya unggul. Pendidikan dan pelayanannya juga sudah baik sekali,” ujarnya.
Ia berharap perkembangan tersebut terus diikuti dengan pelayanan yang humanis kepada mahasiswa.
Bagi Umsida, kehadiran wali mahasiswa dalam Fortawa menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya membutuhkan hubungan antara kampus dan mahasiswa. Keluarga juga menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan kepercayaan selama mahasiswa menjalani proses pendidikan.
Melalui ruang komunikasi tersebut, orang tua dapat memahami lingkungan akademik yang akan menjadi bagian dari perjalanan putra-putrinya, sekaligus mengetahui nilai dan layanan yang ditawarkan perguruan tinggi sejak awal masa perkuliahan.

Be the first to comment