WARTAPTM.ID, SIDOARJO — Tim Jenggolo Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) bersiap mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 di Universitas Negeri Jember (Unej), 1–4 Oktober 2026. Menghadapi kompetisi tersebut, tim mahasiswa menyiapkan Arshaka V2 dengan sejumlah penyempurnaan pada struktur kendaraan dan sistem pendukungnya.
Persiapan tim ditandai dengan pelepasan Tim Jenggolo oleh Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Umsida di Kampus 2 Umsida, Selasa (29/9). Pelepasan dihadiri Dekan FST Umsida Ir Iswanto, jajaran pimpinan fakultas, dosen pembimbing, dan anggota Tim Jenggolo.
Dekan FST Umsida, Iswanto mengatakan, Tim Jenggolo telah melewati sejumlah tahapan seleksi KMHE, mulai dari administrasi, proposal, hingga video presentasi. Tahap berikutnya adalah technical inspection untuk memastikan kendaraan memenuhi ketentuan teknis sebelum kompetisi.
“Karena beberapa tahapan sudah dilewati, kami berharap Tim Jenggolo dapat menjalani proses berikutnya dengan baik. Mohon doa dan dukungan dari seluruh sivitas akademika agar tim mampu memberikan hasil terbaik,” kata Iswanto.
Selain kesiapan teknis, Iswanto mengingatkan mahasiswa untuk menjaga aspek nonteknis sebelum bertanding, termasuk meminta doa dan restu orang tua. Menurutnya, keikutsertaan Tim Jenggolo juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan inovasi Umsida kepada masyarakat.
“Di era sekarang, perjuangan mahasiswa juga perlu dikemas menjadi informasi yang menarik agar masyarakat mengetahui bahwa Umsida memiliki mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan mampu bersaing,” ujarnya.
Ketua Tim Jenggolo Ryan Prasetyo Chinamat menjelaskan, Arshaka V2 menjadi kendaraan yang dipersiapkan untuk KMHE 2026. Nama Arshaka diambil dari bahasa Sanskerta dan dimaknai sebagai sosok pemimpin yang berani serta memiliki cahaya terang.
“Kami berharap mobil hemat energi ini menjadi simbol keberanian tim dalam menghadapi tantangan serta semangat untuk meraih prestasi,” ujar Ryan.
Dari sisi teknis, Arshaka V2 mengalami sejumlah penyempurnaan dibandingkan pengembangan sebelumnya. Tim memperbarui desain struktur bodi dan chassis untuk mendukung efisiensi, kestabilan, dan performa kendaraan selama kompetisi.
Penyempurnaan juga dilakukan pada sejumlah sistem pendukung kendaraan. Optimalisasi komponen menjadi bagian dari persiapan tim untuk meningkatkan efisiensi energi sesuai karakteristik kompetisi KMHE.
Keikutsertaan dalam KMHE juga menjadi bagian dari proses pengembangan Tim Jenggolo yang berlangsung secara berkelanjutan. Pengalaman dari kompetisi sebelumnya menjadi bahan evaluasi bagi tim dalam mempersiapkan kendaraan dan menghadapi tahapan perlombaan.
Dosen pembimbing Tim Jenggolo, Mulyadi, mengatakan pengalaman tim sebelumnya perlu ditransfer kepada anggota baru agar pengembangan tidak berhenti pada satu generasi.
“Yang perlu dibangun adalah bagaimana pengalaman dari tim sebelumnya dapat ditransfer kepada tim berikutnya. Hal tersebut harus menjadi tradisi agar pengembangan tim terus berkelanjutan,” kata Mulyadi.
Menurutnya, persiapan menghadapi kompetisi tidak hanya berkaitan dengan performa kendaraan. Tim juga perlu memastikan kesiapan komponen, proses pengiriman kendaraan, serta koordinasi antaranggota selama perlombaan.
Dengan membawa Arshaka V2 dan pengalaman dari kompetisi sebelumnya, Tim Jenggolo Umsida kini memasuki tahap akhir persiapan sebelum menjalani technical inspection dan rangkaian KMHE 2026. Kompetisi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji hasil pengembangan teknologi kendaraan hemat energi melalui pengalaman kompetitif di tingkat nasional.

Be the first to comment