Dina Alfiana, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Raih Peserta Terbaik Nasional UKOM Keperawatan

Dina Alfiana, Mahasiswa RPL UNISA Yogyakarta Raih Peserta Terbaik Nasional UKOM Keperawatan

WARTAPTM.ID, YOGYAKARTA — Dina Alfiana, S.Kep., Ns., mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, meraih predikat Peserta Terbaik Nasional Uji Kompetensi Nasional (UKOMNAS) Keperawatan Periode 2 Tahun 2026.

Capaian tersebut diumumkan dalam Upacara Sumpah Profesi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UNISA Yogyakarta yang melantik 667 lulusan tenaga kesehatan di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta, Jumat (2/10/2026).

Predikat terbaik nasional diberikan berdasarkan nilai UKOM murni tertinggi yang diraih peserta. Bagi Dina, capaian tersebut menjadi kejutan karena sejak awal ia tidak memasang target untuk meraih predikat tersebut.

“Saya sangat kaget, terharu, dan bersyukur. Sejak awal saya hanya berusaha menjalani setiap proses dengan sebaik mungkin tanpa pernah membayangkan akan mendapatkan predikat ini,” ujar Dina.

Perjalanan Dina menjadi lebih menantang karena ia menempuh pendidikan melalui jalur RPL sambil bekerja dan menjalankan tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga. Ia harus membagi waktu antara perkuliahan, pekerjaan, belajar, dan keluarga.

Alih-alih menetapkan target belajar yang berlebihan, Dina memilih menjaga konsistensi dan memanfaatkan waktu yang tersedia secara efektif. Ia memperbanyak latihan soal UKOM dengan memahami konsep dasar, kemudian menghubungkannya dengan pengalaman yang diperoleh selama menjalankan tugas di lapangan.

Menurut Dina, dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Ia menyebut keberhasilannya bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga hasil dari pengertian keluarga yang bersedia berbagi waktu dan mendukung proses pendidikannya.

Pengalaman itu pula yang mendorong Dina menyampaikan pesan kepada mahasiswa dan peserta UKOMNAS lainnya yang memiliki kesibukan serupa.

“Jangan menjadikan kuliah sambil bekerja atau mengurus keluarga sebagai penghalang untuk berprestasi. Keberhasilan bukan tentang siapa yang memiliki waktu paling banyak, tetapi siapa yang mampu memanfaatkan waktu yang dimiliki dengan sebaik-baiknya, tetap konsisten, dan tidak menyerah pada proses,” katanya.

Prestasi Dina menjadi bagian dari capaian akademik FIKes UNISA Yogyakarta pada periode ini. Sebanyak 667 lulusan dari enam program pendidikan tenaga kesehatan mengucapkan sumpah profesi dan mengikuti prosesi pelantikan.

Mereka terdiri atas 135 lulusan Profesi Ners, 120 lulusan Profesi Bidan, 46 lulusan Profesi Fisioterapis, 136 lulusan D4 Teknologi Laboratorium Medis, 146 lulusan D4 Keperawatan Anestesiologi, dan 84 lulusan D3 Radiologi.

Dekan FIKes UNISA Yogyakarta Dr. Dewi Rokhanawati, S.Si.T., MPH., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama mahasiswa, dosen, pembimbing klinik, dan dukungan keluarga.

Sebanyak 594 lulusan atau 89,06 persen meraih predikat pujian dengan rata-rata IPK 3,86. Sementara itu, rata-rata kelulusan UKOMNAS FIKes UNISA Yogyakarta mencapai 97,03 persen. Program Studi Profesi Fisioterapi dan D3 Radiologi bahkan mencatat kelulusan 100 persen.

Dewi juga memberikan apresiasi kepada Dina atas capaian sebagai peserta terbaik nasional. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan pentingnya ketekunan dalam menjalani proses pendidikan.

Ia mengingatkan para lulusan bahwa sumpah profesi bukan sekadar prosesi akademik, melainkan janji yang harus diwujudkan ketika mereka memasuki dunia kerja.

“Dunia kerja nyata tidak mengenal remedial untuk keselamatan nyawa manusia,” ujar Dewi.

Karena itu, ia meminta para lulusan menjaga integritas, empati, dan etika profesional ketika menjalankan tugas di tempat pengabdian masing-masing.

Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta, Mufdlilah, menambahkan bahwa pendidikan tenaga kesehatan di UNISA Yogyakarta diarahkan tidak hanya pada penguasaan kompetensi teknis, tetapi juga pembentukan karakter profesional.

Menurutnya, seorang profesional membutuhkan keterpaduan antara nilai, karakter, kompetensi, dan adab agar ilmu yang dimiliki dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Ia berpesan agar para lulusan menjaga sumpah profesi, menjunjung integritas, serta menempatkan kejujuran dan keselamatan pasien sebagai prioritas dalam menjalankan profesi.

“Terus membawa semangat UNISA Yogyakarta yang unggul, berkemajuan, dan berdampak,” pesannya.

Mufdlilah berharap para lulusan mampu menjadi tenaga profesional yang dapat memecahkan persoalan, bekerja secara kolaboratif, serta menghadirkan perubahan di tengah masyarakat.

Bagi Dina, perjalanan dari mahasiswa RPL hingga meraih predikat terbaik nasional menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu tidak harus membatasi kesempatan untuk berkembang. Konsistensi, pemanfaatan waktu, dan dukungan lingkungan menjadi bagian dari proses yang mengantarkannya pada capaian tersebut.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply