WARTAPTM.ID, KANAZAWA — Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) terus memperluas jejaring internasional di Asia Timur. Kampus persyarikatan ini mulai menjajaki peluang kerja sama akademik dengan salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Jepang, Kanazawa University (KU), pada Kamis (15/10/2026).
Penjajakan ini menjadi langkah awal untuk menguatkan kolaborasi kedua lembaga di bidang pendidikan, penelitian terapan, mobilitas dosen dan mahasiswa, serta pengembangan program internasional.
Kunjungan resmi tersebut diwakili oleh Kepala Divisi Kerja Sama, Pusat Studi, dan Inkubasi Bisnis LP3M Unismuh Makassar, Dr. Wildhan Burhanuddin. Kehadirannya diterima langsung oleh Advisor to the President for International Exchange Kanazawa University, Prof. Masato Kimura, Dr.Sci., di International Relations Department, Administration Office Building, Kanazawa University.
Dalam diskusi tersebut, Wildhan memaparkan profil Unismuh Makassar sebagai salah satu PTMA unggulan di kawasan Indonesia Timur. Ia menegaskan komitmen Unismuh dalam memperluas kemitraan internasional yang berorientasi pada hasil nyata (action-oriented).
Wildhan turut memperkenalkan berbagai program internasional yang sukses dijalankan Unismuh, seperti Learning Express bersama Singapore Polytechnic, Sakura Science Program dengan Kanazawa Institute of Technology, hingga KKN Internasional di Thailand.
“Unismuh Makassar terus berupaya mengembangkan kerja sama internasional yang tidak berhenti pada penandatanganan dokumen di atas kertas, tetapi diwujudkan melalui program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, dosen, dan institusi,” tegas Wildhan.
Sementara itu, Prof. Masato Kimura menyambut baik inisiatif Unismuh Makassar. Dalam pemaparannya mengenai profil Kanazawa University—kampus bersejarah di Prefektur Ishikawa yang berdiri sejak 1862—Kimura menekankan pentingnya kesesuaian bidang keilmuan dan manfaat timbal balik dalam membangun hubungan kelembagaan.
Menariknya, Kimura menyampaikan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi tidak harus selalu diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman formal (Memorandum of Understanding/MoU). Kedua institusi dapat langsung menginisiasi kegiatan akademis secara bertahap, seperti riset bersama (joint research) atau publikasi kolaboratif.
“Kerja sama internasional perlu dibangun berdasarkan kesesuaian bidang dan kebutuhan. Penting untuk mengidentifikasi kegiatan akademik yang dapat dilaksanakan bersama terlebih dahulu sebelum melangkah ke tahap kerja sama formal,” ujar Kimura.
Pendekatan ini disambut positif oleh Unismuh Makassar karena membuka peluang untuk merancang agenda aksi bersama secara fleksibel dan efektif, sekaligus mempertegas komitmen Unismuh dalam menghadirkan pengalaman akademik berstandar global bagi para kadernya.

Be the first to comment