Lantik Tiga Wakil Rektor, ITEKES Muhammadiyah Kalbar Perkuat Tata Kelola dan Riset AIK

Lantik Tiga Wakil Rektor, ITEKES Muhammadiyah Kalbar Perkuat Tata Kelola dan Riset AIK

WARTAPTM.ID, PONTIANAK — Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Muhammadiyah Kalimantan Barat (Kalbar) melantik tiga wakil rektor untuk masa jabatan 2026–2030 pada Rabu (14/10/2026). Pelantikan ini menjadi bagian dari penataan kepemimpinan institusi sekaligus momentum untuk memperkuat tata kelola perguruan tinggi dan pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam bidang akademik dan penelitian.

Pelantikan berlangsung di Ballroom Mahoni, Hotel Qubu Resort. Tiga pejabat yang dilantik ialah Ns. Ramadhaniyati sebagai Wakil Rektor I Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dan Akademik; Cau Kim Jiu sebagai Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Insani, Keuangan, dan Aset; serta Dr. Fathul Khair sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama.

Rektor ITEKES Muhammadiyah Kalbar, Lidia Hastuti, menyampaikan bahwa sinergi antarpimpinan menjadi kunci dalam menjalankan amanah persyarikatan dan mengembangkan institusi sesuai visi dan misinya.

“Harapannya ke depan kami dapat terus bersinergi untuk mengembangkan ITEKES Muhammadiyah Kalbar sesuai dengan visi dan misi institusi. Semoga hadirnya jajaran pimpinan baru ini semakin memperkuat kita dalam menjalankan amanah persyarikatan Muhammadiyah di ranah perguruan tinggi,” ujar Lidia.

Ia menjelaskan, salah satu agenda awal kepemimpinan ialah menyesuaikan tata kelola seiring perubahan nomenklatur struktur pimpinan. Institusi juga akan menyusun naskah akademik sebagai dasar perumusan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) untuk empat tahun ke depan.

Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Achmad Jaenuri, menekankan bahwa AIK tidak seharusnya dipahami sebatas mata kuliah atau pembahasan akidah, ibadah, dan akhlak. Menurutnya, AIK juga memiliki ruang pengembangan yang luas dalam penelitian dan kajian akademik.

Jaenuri menyampaikan bahwa berbagai aspek Islam dan Muhammadiyah dapat menjadi objek penelitian untuk memperdalam pemahaman mengenai peran agama dalam kehidupan. Ia menilai, penelitian terhadap nilai dan ajaran Islam perlu dikembangkan untuk menunjukkan relevansinya dalam berbagai bidang, termasuk sosial, politik, ekonomi, dan budaya.

“Bagaimana kita meneliti tentang statement yang ada di dalam Al-Qur’an itu untuk membuktikan kebenaran itu. Ini justru dilakukan oleh orang lain itu,” ungkap Jaenuri.

Ia mengingatkan agar pengembangan AIK tidak berhenti pada aspek ritual dan moral, tetapi juga mencakup kajian yang lebih luas tentang Islam sebagai ajaran yang memberikan landasan nilai bagi kehidupan masyarakat.

“Jadi jangan kita kalau bicara tentang AIK itu kaya masalah akidah, ibadah dan akhlak gitu. Akhlak itu penting juga. Tapi kan juga harus merembet pada hal-hal yang kita klaim bahwa Islam itu agama yang sangat universal,” katanya.

Menurut Jaenuri, penguatan penelitian AIK dapat memperluas kontribusi akademik PTMA sekaligus memperkaya kajian tentang hubungan agama dengan berbagai dimensi kehidupan. Karena itu, perguruan tinggi Muhammadiyah perlu memberi ruang bagi penelitian yang mengkaji nilai-nilai Islam secara ilmiah dan kontekstual.

Selain penguatan akademik, Jaenuri mengingatkan pentingnya komunikasi antara pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah dan pimpinan persyarikatan di berbagai tingkatan, termasuk di tingkat pusat. Komunikasi tersebut diperlukan untuk memperkuat jaringan kelembagaan dan menjaga kesinambungan pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Ia juga menegaskan pentingnya musyawarah dalam pengambilan keputusan. Dalam tata kelola Muhammadiyah, keputusan tidak semestinya hanya bertumpu pada individu, tetapi melalui mekanisme kelembagaan.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pengembangan perguruan tinggi Muhammadiyah tidak hanya membutuhkan penataan organisasi dan peningkatan mutu akademik, tetapi juga kepemimpinan kolektif yang berlandaskan nilai-nilai persyarikatan.

Sementara itu, Wakil Rektor I ITEKES Muhammadiyah Kalbar, Ramadhaniyati, menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan Pusat Pengkajian dan Pengamalan Al-Islam Kemuhammadiyahan (P4AIK). Fokusnya mencakup pengembangan kurikulum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.

Melalui kepemimpinan baru dan penguatan AIK dalam kegiatan akademik, ITEKES Muhammadiyah Kalbar diharapkan dapat mengembangkan tata kelola yang lebih terarah sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply