Mahasiswa Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung Edukasi Bantuan Hidup Dasar bagi Masyarakat di Borobudur

Mahasiswa Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung Edukasi Bantuan Hidup Dasar bagi Masyarakat di Borobudur

WARTAPTM.ID, MAGELANG — Mahasiswa dan dosen Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung (AKMT) berkontribusi dalam edukasi kegawatdaruratan dan pemeriksaan kesehatan gratis di kawasan Borobudur, Magelang, Ahad (11/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dasar pertolongan darurat dan mendukung keselamatan masyarakat.

Kegiatan tersebut diinisiasi Dewan Pengurus Daerah Ikatan Penata Anestesi Indonesia (DPD IPAI) Jawa Tengah bersama Ikatan Alumni Akademi Perawat Anestesi (IKLUM AKNES) Jakarta. Selain memperingati Hari Kesaktian Pancasila dan menyambut Hari Sumpah Pemuda, kegiatan ini bertujuan memperkuat silaturahmi, solidaritas, dan profesionalisme penata anestesi.

Sebanyak 200 penata anestesi dari berbagai daerah terlibat sebagai tenaga pengabdi dan mentor. Kegiatan ini menyasar masyarakat umum serta pengemudi ambulans, dengan dukungan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dan komunitas relawan setempat.

Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) diberikan melalui praktik menggunakan 30 manekin. Peserta juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang didukung empat unit basic monitor. Sementara itu, pengemudi ambulans memperoleh pembekalan keterampilan dasar pertolongan kegawatdaruratan untuk meningkatkan kesiapan saat memberikan bantuan medis di jalan raya.

Sekretaris Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi AKMT, Dorysday Sihombing, menegaskan bahwa kompetensi penata anestesi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di luar lingkungan kamar operasi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap silaturahmi antarprofesi anestesi semakin erat. Kompetensi Penata Anestesi tidak hanya dibutuhkan di kamar operasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat, khususnya dalam memberikan pertolongan awal pada kondisi kegawatdaruratan jalan napas. Kegiatan kolaboratif seperti ini perlu terus dilanjutkan demi keselamatan masyarakat,” ungkapnya.

Partisipasi mahasiswa dan dosen AKMT juga menjadi sarana pembelajaran di luar kampus. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, sivitas akademika dapat berkontribusi dalam memperluas pemahaman mengenai pertolongan awal pada situasi darurat.

Keterlibatan AKMT dalam kegiatan ini mencerminkan peran perguruan tinggi kesehatan dalam menghubungkan kompetensi akademik dengan kebutuhan masyarakat. Edukasi kegawatdaruratan dan kolaborasi lintas profesi diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung kesiapsiagaan dan keselamatan masyarakat.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply