Unismuh Makassar dan Universiti Malaysia Kelantan Perkuat Kolaborasi Global Lewat Tiga Bidang Strategis

Unismuh Makassar dan Universiti Malaysia Kelantan Perkuat Kolaborasi Global Lewat Tiga Bidang Strategis

WARTAPTM.ID, BACHOK — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universiti Malaysia Kelantan (UMK), Selasa (21/7/2026).

Penandatanganan yang berlangsung di Bilik Seminar 2, Aras 2, Bangunan Canselori UMK, Kampus Bachok tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan akademik Rektor Unismuh Makassar ke Malaysia.

Sebelum agenda penandatanganan, Rektor Unismuh Makassar terlebih dahulu menyampaikan kuliah perdana bertajuk “Resiliensi Air dan Al-Qur’an untuk Kehidupan”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Senibina dan Ekistik (FSE) bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Kreatif dan Warisan (FTKW) UMK.

Kuliah tersebut menjadi ruang dialog akademik yang membahas peran perguruan tinggi dalam merespons isu lingkungan, khususnya ketahanan sumber daya air. Pendekatan yang digunakan tidak hanya berbasis sains, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan etis dalam menjaga keberlanjutan kehidupan.

Penandatanganan MoU dilaksanakan pada pukul 14.00–16.00 waktu setempat, dengan Rektor Unismuh Makassar didampingi Dekan Fakultas Teknik.

Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan antara kedua perguruan tinggi serumpun Indonesia–Malaysia, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di berbagai bidang akademik.

Naib Canselor UMK, YB Dato’ Prof Ir Ts Dr Arham bin Abdullah, menyampaikan bahwa kerja sama ke depan akan difokuskan pada tiga bidang utama.

“Ke depan, terdapat tiga area kerja sama yang akan kita perkuat bersama Unismuh Makassar, yaitu pertukaran mahasiswa, berbagi inovasi, serta program peningkatan kapasitas sumber daya manusia dosen antara kedua belah pihak,” ujarnya.

Selain itu, MoU ini juga mencakup peluang kerja sama dalam penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, seminar dan konferensi internasional, serta pengembangan program akademik.

Penandatanganan MoU ini sekaligus menandai tiga tahun perjalanan kemitraan antara Unismuh Makassar dan UMK sejak 2023. Dalam periode tersebut, kedua institusi telah menjalankan sejumlah program kolaboratif melalui skema PANRITA dan MACCA.

Tercatat, sebanyak 21 mahasiswa UMK telah mengikuti program part-time inbound di Fakultas Teknik Unismuh Makassar. Selain itu, tujuh dosen UMK juga telah berkontribusi sebagai visiting professor di fakultas tersebut.

Capaian ini menunjukkan bahwa kerja sama yang terjalin tidak hanya bersifat administratif, tetapi telah diimplementasikan secara nyata dalam bentuk mobilitas akademik dan pertukaran keilmuan.

Bagi Unismuh Makassar, kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memperluas jejaring global sekaligus meningkatkan mutu pelaksanaan Caturdarma Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Kerja sama ini diarahkan untuk menghasilkan program-program kolaboratif yang berdampak nyata, baik bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas.

Momentum penandatanganan MoU juga mencerminkan semangat persaudaraan serumpun antara Indonesia dan Malaysia dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing global.

Ke depan, Unismuh Makassar dan UMK berkomitmen menindaklanjuti kesepakatan ini melalui program yang terukur dan berkelanjutan, khususnya dalam bidang mobilitas akademik, inovasi, riset, serta pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa.

Be the first to comment

Leave a Reply