WARTAPTM.ID, MALANG — Inovasi teknologi pertanian berbasis Artificial Intelligence dan Internet of Things (AIoT) karya mahasiswa Tegal Muhammadiyah University (TMU) mencuri perhatian dalam ajang Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) PTMA 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Taman Rekreasi Sengkaling pada 17–19 Juli 2026 itu menjadi ruang strategis bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) untuk menampilkan karya inovatif yang berdampak bagi masyarakat.
Salah satu inovasi yang menonjol adalah AgriSmart AIoT Smart Farming, sebuah sistem pertanian cerdas yang memadukan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan Internet of Things untuk membantu petani memantau kondisi lahan secara real time.
AgriSmart AIoT bekerja melalui sensor yang mampu mengukur kelembapan tanah dan suhu lingkungan, kemudian mengolah data tersebut untuk menghasilkan rekomendasi penyiraman tanaman secara otomatis sesuai kondisi aktual di lapangan.
Melalui teknologi ini, penggunaan air menjadi lebih efisien, risiko gagal panen dapat ditekan, serta produktivitas pertanian berpotensi meningkat. Inovasi ini sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat diintegrasikan dalam sektor pertanian untuk mendorong praktik yang lebih modern dan berkelanjutan.
Saat mengunjungi stan pameran, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dikembangkan mahasiswa TMU.
“Saya mengapresiasi inovasi AgriSmart AIoT yang dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tegal. Pertanian Indonesia membutuhkan lebih banyak inovasi berbasis teknologi seperti ini agar mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang modern dan berkelanjutan.
“Pemanfaatan kecerdasan buatan dan Internet of Things menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan pertanian ke depan. Inovasi dari perguruan tinggi harus terus didorong agar tidak berhenti di kompetisi, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata,” tambahnya.
Apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas kualitas riset dan inovasi mahasiswa TMU yang dinilai relevan dengan kebutuhan sektor pertanian nasional. Capaian ini juga memperkuat komitmen perguruan tinggi Muhammadiyah dalam mengembangkan riset terapan dan kewirausahaan berbasis solusi.
Tim pengembang AgriSmart AIoT berharap inovasi ini dapat terus disempurnakan melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia industri, serta kelompok tani. Dengan sinergi berbagai pihak, teknologi ini diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas guna mendukung transformasi digital pertanian Indonesia.
Be the first to comment