Oleh: Pauzan Haryono | Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Islam 45 Bekasi Periode 2023-2025
Akhir Agustus 2025 adalah momen bersejarah bagi Universitas Islam 45 Bekasi (UNISMA Bekasi) dan Persyarikatan Muhammadiyah. UNISMA Bekasi yang sudah berdiri selama 4 dekade di bawah Yayasan Pendidikan Islam “45” (YPI “45”) dialih kelolakan ke Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Universitas yang sejarahnya melekat dengan Kota Bekasi dan menjadi salah satu landmark Kota Bekasi meniti jalan baru (re-born) di bawah pengelolaaan Persyarikatan yang memiliki amal usaha terbanyak sejagat dengan menjadi Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) ke-163. Atas usulan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, nama kampus akan berganti menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UMID).
Alih kelola UNISMA Bekasi dari YPI “45” ke PP Muhammadiyah merupakan ikhtiar untuk mewujudkan kampus yang lebih menjadi rahmatan lil’alamin. Tidak hanya memberikan kontribusi positif bagi Bekasi dan daerah sekitarnya, tapi mampu memberikan manfaat positif ke area yang lebih luas lagi mulai dari lokal, nasional, regional bahkan global.
Alih kelola ini lebih pada transformasi tata kelola dan tata sejahtera daripada tata nilai, dikarenakan tata nilai YPI “45” dan tata nilai Muhammadiyah tidak jauh berbeda. Tata nilai YPI “45” Adalah merujuk pada Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 110 yang artinya: “Kalian semua ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia agar mengajak kepada kebaikan dan mencegah yang mungkar dan beriman kepada Allah….”. Sedangkan tata nilai Muhammadiyah adalah Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 104 yang artinya: “Dan hendaklah diantara dari kalian ada segolongan yang menyeru pada kebaikan, mengajak pada kebaikan dan mencegah yang mungkar, dan mereka itulah orang-orang beruntung”.
Kalau ditilik dari kedua ayat Al-Qur’an tersebut pesannya adalah ajakan untuk berbuat baik dan mencegah yang mungkar agar kita menjadi umat terbaik yang beruntung. Kemiripan tata nilai ini tidak membuat civitas UNISMA Bekasi merasa kehilangan historis-sosiologisnya.
Transformasi tata kelola dan tata sejahtera UNISMA Bekasi menuju UMID oleh PP Muhammadiyah akan melahirkan pusat keunggulan baru yang akan berdampak lebih luas, baik skala nasional maupun global. Dengan sumberdaya yang dimiliki persyarikatan, maka transformasi ini akan melahirkan institusi pendidikan yang semakin berkah, bertumbuh, berkelanjutan, bermartabat dan bersinar. Untuk lebih jelas dan detailnya akan diuraikan berikut:
- Lebih Berkah
Institusi akan mendapatkan keberkahan jika niatnya benar, prosesnya benar dan hasilnya juga benar sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Proses bisnis di institusi Muhammadiyah sangat memperhatikan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Mulai dari tahap niat untuk ibadah kepada Allah Swt, kemudian proses untuk memberikan khidmat terbaik dan hasil memberikan dampak yang luas untuk umat. Dengan memperhatikan aspek niat, proses dan hasil agar tidak melenceng dari tuntunan Islam, maka institusi yang dikelola oleh persyarikatan akan dinaungi keberkahan dari Allah Swt.
- Lebih Bertumbuh
Institusi sosial atau bisnis akan bertumbuh jika mampu mengadaptasi dan mengadopsi tuntutan pelanggan. Tuntutan pelanggan bersifat dinamis menyesuaikan kondisi zaman. Tuntutan bisa berupa teknologi, sarana prasarana, lingkungan kampus, kurikulum dan kualitas pembelajaran.
Pengalaman satu abad lebih persyarikatan Muhammadiyah dengan melintasi berbagai peristiwa dan kondisi zaman. Mulai dari penjajahan belanda, masa pergerakan kemerdekaan, penjajahan jepang, revolusi kemerdekaan, orde lama, orde baru hingga reformasi. Ini cukup sebagai bukti kemauan dan kemampuan persyarikatan untuk beradaptasi dan mengadopsi kondisi zaman sehingga bisa bertumbuh besar dan diakui dunia.
- Lebih Berkelanjutan
Menjaga institusi atau organisasi agar terus berkelanjutan diperlukan investasi, karena hakikat dari investasi adalah membeli masa depan secara terencana. Bentuk investasi berupa investasi sumber daya manusia, teknologi dan aset fisik. Investasi sumber daya manusia sangat penting dalam menjaga keberlangsungan institusi.
Kebutuhan SDM yang memiliki kompetensi dan skill masa depan untuk menjaga regenerasi organisasi. Investasi teknologi juga adalah hal vital untuk dilakukan, karena di era digital ini teknologi informasi sangat penting perannya. Tanpa teknologi informasi yang relevan maka bisa dipastikan institusi akan usang dan ketinggalan zaman. Investasi aset fisik juga sangat menentukan keberlanjutan institusi. Karena sarana-prasarana sangat membutuhkan asset fisik yang aman, nyaman, memadai dan sesuai kebutuhan.
- Lebih Bermartabat
Martabat suatu institusi sangat ditentukan oleh skala kebermanfaatan institusi tersebut. Semakin memberikan dampak atau manfaat kepada masyarakat, maka institusi tersebut akan semakin bermartabat.
Jika hanya satu kota bisa merasakan manfaat atau dampak, maka institusi tersebut akan bermartabat dalam kota tersebut. Begitu pun jika satu negara, satu kawasan bahkan dunia merasakan manfaat dari eksistensi suatu institusi, maka semakin bermartabatlah institusi tersebut di dunia global. Martabat suatu universitas sangat ditentukan oleh kebermanfaatan atau dampak yang diberikan. Semakin luas dampak yang diberikan, maka semakin bermartabat universitas tersebut di mata dunia.
- Lebih Bersinar
Bersinar atau tidaknya suatu institusi sangat ditentukan oleh prestasi yang berhasil ditorehkan. Semakin banyak dan luas cakupan prestasi yang diraih, maka semakin bersinarlah institusi tersebut. Berprestasi di bidang akademis dan non akademis bagi satu universitas menjadi faktor utama reputasinya. Reputasi cemerlang di tingkat lokal, nasional, regional dan internasional akan menjadikan universitas tersebut rujukan institusi lainnya.
Spirit Islam berkemajuan Muhammadiyah akan mendorong amal usahanya untuk terus bertumbuh dan berkembang agar dapat memberikan dampak positif yang luas bagi umat dan semesta. Alih kelola UNISMA Bekasi ke PP Muhammadiyah dan bertransformasi menjadi UMID akan memperluas skala dampak yang akan diberikan. Tidak hanya untuk masyarakat Bekasi dan sekitarnya tapi untuk Jawa Barat, Indonesia, ASEAN, Asia dan dunia. Nasrullah Wa Fathun Qorib Wa Basyiril Mu’minin.
Be the first to comment