Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga menghadirkan kebermanfaatan langsung bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), sekaligus penetapan Desa Baini, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, sebagai Desa Binaan UM Kendari pada Selasa (23/12/2025).
Program ini merupakan kelanjutan pengabdian tahun kedua. Pada tahun pertama (2024), tim UM Kendari lebih banyak melakukan pemetaan potensi kerajinan lokal, identifikasi produk budaya, serta memperkuat komunikasi pengrajin desa. Memasuki tahun kedua, pendampingan bergerak ke tahap implementasi: mulai dokumentasi produk, pengembangan desain, hingga strategi pemasaran yang lebih modern namun tetap berpijak pada nilai budaya lokal.
Salah satu capaian penting dari program ini ialah terbentuknya komunitas pengrajin INABAINI Craft sebagai ruang kolaborasi, penguatan identitas produk, serta langkah awal membangun ekosistem desa kreatif yang berdaya saing.
Ketua Prodi DKV UM Kendari, Muh. Nato Alhaq, menegaskan bahwa kegiatan pengabdian ini bukan sekadar rutinitas akademik, tetapi lahir dari kesadaran etis, tanggung jawab sosial, dan kepedulian budaya. Menurutnya, desain memiliki peran penting sebagai medium untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup, relevan, dan dikenal oleh generasi mendatang, khususnya nilai budaya masyarakat Tolaki.
Sementara itu, Dekan FISIP UM Kendari, Patta Hindi Asis, menekankan bahwa penetapan Desa Baini sebagai Desa Binaan adalah bentuk keseriusan institusi dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak nyata. Karena itu, dukungan kampus akan dilakukan secara sistematis melalui integrasi riset, pengabdian, pengajaran, serta kerja sama lintas sektor untuk mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.
Pada tahun 2025, fokus program diarahkan pada pendataan dan dokumentasi produk kerajinan ibu-ibu Desa Baini. Seluruh karya akan disusun menjadi katalog digital dan cetak sebagai fondasi promosi dan pemasaran di tingkat yang lebih luas. Program ini melibatkan dosen dan mahasiswa lintas keilmuan sehingga menjadi ruang praktik pembelajaran sosial yang konkret.
Kepala Desa Baini, Edi Syahputra, menyambut baik langkah UM Kendari ini. Ia menilai pendampingan kampus sangat strategis dalam memperkuat kesiapan Desa Baini menuju desa wisata berbasis kerajinan dan potensi lokal.
Melalui program ini, UM Kendari kembali menegaskan komitmennya: menghadirkan kampus yang membumikan ilmu, menguatkan budaya, serta memberikan solusi nyata bagi masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Be the first to comment