Dosen UMPWR Bahas Etika AI dalam Pendidikan Tinggi di Kampus UiTM Malaysia

Dosen UMPWR Bahas Etika AI dalam Pendidikan Tinggi di Kampus UiTM Malaysia
Dosen UMPWR Bahas Etika AI dalam Pendidikan Tinggi di Kampus UiTM Malaysia

Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) terus memperluas kiprah internasional melalui penguatan kerja sama akademik lintas negara. Komitmen tersebut diwujudkan salah satunya melalui kehadiran dosen UMPWR sebagai narasumber kuliah tamu di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Pahang, Malaysia, Selasa, 20 Januari 2026.

Dalam kegiatan ini, Wakil Rektor IV UMPWR Bidang Kerja Sama dan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Tusino, menyampaikan materi bertema “Ethical Issues of Artificial Intelligence in Higher Education”. Kuliah tamu tersebut membahas dinamika penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di perguruan tinggi, khususnya tantangan dan peluangnya dari sudut pandang etika akademik dan nilai-nilai kemanusiaan.

Dosen UMPWR Bahas Etika AI dalam Pendidikan Tinggi di Kampus UiTM Malaysia

Kegiatan ini diikuti oleh 30 mahasiswa UiTM Cawangan Pahang serta 16 mahasiswa UMPWR yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata–Magang (KKN-Magang) Internasional di Malaysia. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang mengulas berbagai persoalan aktual seputar penggunaan AI dalam proses pembelajaran dan penilaian akademik.

Rektor UMPWRTeguh Wibowo, yang turut membuka kegiatan, menegaskan pentingnya kolaborasi internasional di tengah percepatan transformasi digital global. Menurutnya, forum akademik lintas negara menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk saling bertukar wawasan, memperluas jejaring, serta membangun kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

“Melalui forum akademik seperti ini, mahasiswa UiTM dan UMPWR diharapkan dapat saling belajar, bertukar gagasan, sekaligus membangun jejaring internasional yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Sementara itu, dalam paparannya, Tusino menekankan bahwa kehadiran AI di dunia pendidikan tinggi tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga menyimpan sejumlah risiko etis yang perlu diantisipasi secara serius oleh perguruan tinggi. Beberapa isu yang disorot antara lain plagiarisme dan orisinalitas karya ilmiah, integritas akademik, ketimpangan akses teknologi digital, serta potensi ketidakadilan dalam proses evaluasi akademik.

Menurutnya, universitas memiliki peran strategis dalam merumuskan kebijakan dan pedoman etika penggunaan AI, sekaligus meningkatkan literasi digital sivitas akademika. Dengan demikian, AI dapat berfungsi sebagai alat pendukung pembelajaran yang memperkuat proses akademik, bukan justru menggantikannya.

Tusino juga menilai kuliah tamu ini menjadi cerminan hubungan kelembagaan yang semakin solid antara UMPWR dan UiTM Cawangan Pahang. “Kegiatan ini bukan sekadar forum berbagi pengetahuan, tetapi juga simbol komitmen bersama dalam membangun kolaborasi akademik internasional yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Pelaksanaan kuliah tamu tersebut merupakan bagian dari implementasi kerja sama resmi antara UMPWR dan UiTM Cawangan Pahang Malaysia. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama lanjutan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat pada level internasional.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*