FAI UMT Sambut Mahasiswa Baru, Tekankan Mutu Pendidikan dan Dakwah Digital

FAI UMT Sambut Mahasiswa Baru, Tekankan Mutu Pendidikan dan Dakwah Digital

WARTAPTM.ID, TANGERANG — Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Tangerang (FAI UMT) menyambut mahasiswa baru melalui kegiatan pengenalan lingkungan fakultas di Aula Jenderal Sudirman, Sabtu (5/9/2026). Momentum tersebut menjadi awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus memahami arah pendidikan yang dikembangkan FAI UMT.

Dekan FAI UMT, Achmad Fauzi mengatakan mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menguasai kompetensi akademik, tetapi juga membangun karakter Islami, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Selamat datang dan selamat bergabung di keluarga besar Fakultas Agama Islam UMT. Jadikan masa perkuliahan ini sebagai kesempatan untuk terus belajar, mengembangkan potensi, membangun karakter, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang unggul serta berkemajuan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Achmad juga memperkenalkan capaian akademik FAI UMT. Tiga program studi, yakni Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Agama Islam, dan Perbankan Syariah, telah meraih predikat Akreditasi Unggul.

Menurutnya, capaian tersebut tidak boleh berhenti sebagai penghargaan institusi. Akreditasi Unggul menjadi tanggung jawab fakultas untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

“Akreditasi Unggul merupakan sebuah kebanggaan, tetapi sekaligus amanah. Artinya, kualitas yang telah kita capai harus terus dijaga dan ditingkatkan. Kami ingin mahasiswa FAI UMT mendapatkan proses pendidikan yang berkualitas dan memiliki bekal yang kuat ketika terjun ke tengah masyarakat,” tegasnya.

Achmad juga mengingatkan mahasiswa baru agar tidak hanya mengejar capaian akademik. Kemampuan organisasi, kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, dan kepedulian sosial dinilai penting sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah lulus.

Pada kegiatan tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan dengan jajaran pimpinan fakultas, program studi, serta tenaga kependidikan. Pengenalan ini menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman mahasiswa mengenai struktur kelembagaan dan berbagai layanan akademik yang tersedia selama menjalani pendidikan.

FAI UMT juga mendorong mahasiswa membangun komunikasi sejak awal dengan dosen, pimpinan program studi, dan tenaga kependidikan.

“Kami ingin mahasiswa merasa bahwa FAI UMT adalah rumah akademik mereka. Karena itu, komunikasi dan kebersamaan harus dibangun sejak awal. Jangan ragu untuk bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan gagasan selama berada di lingkungan fakultas,” ungkap Achmad.

Selain pengenalan lingkungan akademik, kegiatan penyambutan mahasiswa baru memberikan ruang bagi kreativitas melalui dakwah digital. FAI UMT memberikan Sertifikat/Penghargaan Dakwah Reels kepada mahasiswa yang berpartisipasi membuat konten dakwah melalui media digital.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi untuk menyampaikan pesan keislaman secara kreatif dan relevan, khususnya kepada generasi muda.

Achmad mengatakan perkembangan media digital membuka ruang baru bagi dakwah. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan mengemas pesan keislaman dengan pendekatan yang komunikatif tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

“Dakwah hari ini tidak hanya dilakukan di mimbar. Media digital juga menjadi ruang dakwah yang sangat strategis. Karena itu, kami mendorong mahasiswa untuk berkarya secara kreatif, menghadirkan konten yang positif, edukatif, dan tetap membawa nilai-nilai Islam,” tuturnya.

Ia berharap mahasiswa FAI UMT mampu memadukan keilmuan, keislaman, kreativitas, dan teknologi dalam menghadapi tantangan zaman.

Penyambutan mahasiswa baru tersebut menjadi langkah awal FAI UMT membangun kedekatan dengan mahasiswa sekaligus mengenalkan standar pendidikan yang ingin dikembangkan. Dengan capaian Akreditasi Unggul dan ruang pengembangan kreativitas yang terus diperluas, FAI UMT berupaya menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, karakter Islami, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Be the first to comment

Leave a Reply