WARTAPTM.ID, BANTUL — Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) mengukuhkan 52 lulusan dari enam program studi dalam Wisuda Sarjana Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (22/10/2026). Jumlah tersebut meningkat dibandingkan wisuda perdana pada 2025 yang meluluskan sembilan mahasiswa dari empat program studi.
Wisuda yang digelar bersamaan dengan peringatan Milad ke-5 SiberMu ini menandai perkembangan perguruan tinggi Muhammadiyah yang mengembangkan model pendidikan tinggi berbasis pembelajaran jarak jauh. Pertumbuhan jumlah lulusan juga menunjukkan bahwa seluruh enam program sarjana yang diselenggarakan SiberMu kini telah menghasilkan sarjana.
Sebanyak 52 lulusan tersebut terdiri atas sembilan lulusan Program Studi S1 Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Informatika, 12 lulusan Sistem Informasi, empat lulusan Administrasi Kesehatan, sembilan lulusan Akuntansi, 12 lulusan Manajemen, dan 6 lulusan Hukum.
Prosesi wisuda dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dan anggota Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Fitri Arofiati. Rahmat Simbolon turut menyampaikan sambutan mewakili para wisudawan.
Memasuki usia lima tahun, SiberMu terus mengembangkan pendidikan tinggi yang memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses belajar. Sejak memperoleh izin operasional pada 29 September 2021, perguruan tinggi ini mengembangkan sistem pembelajaran jarak jauh yang memungkinkan mahasiswa mengikuti pendidikan tanpa harus selalu hadir secara fisik di kampus.
Rektor SiberMu, Bambang Riyanta, menegaskan bahwa pengembangan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Melalui semangat Stepping Up to the Next Level, SiberMu berupaya memadukan inovasi digital dengan pendidikan yang humanis dan berakhlak mulia.
“Pada usia ke-5 ini, kita mensyukuri kepercayaan masyarakat, kerja sama sivitas akademika, serta hubungan Persyarikatan dan seluruh mitra kampus yang terus berkembang. Layanan digital, prestasi mahasiswa, dan peningkatan kapabilitas menjadi bagian dari perjalanan yang kita bangun bersama,” ungkap Bambang, Kamis (22/10).
Integrasi teknologi dan AIK menjadi bagian penting dari arah pengembangan SiberMu. Dengan model pembelajaran jarak jauh, kampus ini berupaya memperluas kesempatan masyarakat mengakses pendidikan tinggi sekaligus mempertahankan karakter pendidikan Muhammadiyah.
Dalam momentum milad tersebut, Haedar Nashir mengapresiasi perkembangan SiberMu sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga identitas perguruan tinggi sebagai kampus siber.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan institusi tidak cukup diukur dari peningkatan jumlah mahasiswa dan lulusan. SiberMu juga perlu menjaga kekhasan pembelajaran digital yang menjadi dasar pengembangannya, sekaligus memastikan kualitas akademik tetap menjadi prioritas.
Sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), pengembangan SiberMu juga berkaitan dengan upaya memperluas akses pendidikan tinggi melalui inovasi penyelenggaraan pembelajaran.
Kehadiran Fitri Arofiati dalam wisuda tersebut turut menunjukkan keterkaitan pengembangan SiberMu dengan agenda peningkatan kualitas PTMA.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Setyabudi Indartono, menilai model pembelajaran jarak jauh SiberMu berpotensi mendukung peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi nasional.
Model ini memungkinkan perguruan tinggi menjangkau calon mahasiswa dari berbagai wilayah, termasuk mereka yang menghadapi keterbatasan geografis untuk mengikuti pembelajaran konvensional.
Memasuki tahun keenam, tantangan SiberMu adalah menjaga pertumbuhan tersebut melalui peningkatan mutu akademik, penguatan layanan digital, serta konsistensi dalam mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai Muhammadiyah. Dengan demikian, pembelajaran jarak jauh tidak hanya memperluas akses, tetapi juga menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Be the first to comment