ITBM Wakatobi Gelar Wisuda dan Milad Ke-5: Mantapkan Arah Menjadi Kampus Unggulan Berbasis Entrepreneurship

ITBM Wakatobi Gelar Wisuda dan Milad Ke-5: Mantapkan Arah Menjadi Kampus Unggulan Berbasis Entrepreneurship
ITBM Wakatobi Gelar Wisuda dan Milad Ke-5: Mantapkan Arah Menjadi Kampus Unggulan Berbasis Entrepreneurship

Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Wakatobi menandai perjalanan lima tahunnya dengan penyelenggaraan Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana II Tahun Akademik 2024/2025 yang dirangkaikan dengan Milad ke-5. Acara yang digelar pada Sabtu (22/11/2025) ini dihadiri Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, pemerintah daerah, pimpinan perguruan tinggi, tokoh masyarakat, serta orang tua wisudawan.

Dalam sambutannya, Arusani, selaku Rektor ITBM Wakatobi menegaskan bahwa capaian lima tahun pertama menjadi bukti bahwa kampus ini semakin kokoh sebagai institusi yang mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul, visioner, berakhlak Islami, dan berjiwa entrepreneurship.

“Momentum wisuda dan milad ini bukan hanya seremoni, tetapi penanda bahwa ITBM Wakatobi terus bergerak maju,” ujarnya.

Pada periode wisuda kali ini, ITBM Wakatobi melepaskan 33 sarjana dari tiga program studi: Ilmu Perikanan (5 lulusan), Teknologi Informasi (20 lulusan), dan Kewirausahaan (8 lulusan).

Dari jumlah tersebut, 13 lulusan telah diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti program kerja lima tahun, hasil kolaborasi ITBM Wakatobi dengan ITKBM Muna Barat, PT Brexa Indonesia Jepang, dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka akan menjalani training selama enam bulan di UMM sebelum ditempatkan pada sektor industri di Jepang.

Arusani menyebut keberangkatan tersebut sebagai tonggak penting internasionalisasi kampus. “Kesempatan ini membuka pintu bagi lulusan ITBM untuk berkarier secara global,” tuturnya.

Sejak berdiri, ITBM Wakatobi menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dalam evaluasi kinerja lima tahun, kampus ini telah mencatatkan:

  • 50 kerja sama (37 lokal, 9 nasional, 4 internasional)
  • 22 dosen tetap, terdiri dari 20 Asisten Ahli dan 2 Lektor
  • 6 dosen yang mengikuti Program 5.000 Doktor PTMA
  • 210 kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat
  • 88 lulusan dari dua periode wisuda
  • Akreditasi Baik dari BAN-PT untuk institusi dan seluruh program studi

Capaian tersebut, menurut Rektor, menandai kesiapan ITBM memasuki fase pertumbuhan berikutnya, termasuk memperkuat riset terapan dan kolaborasi lintas sektor.

Dalam pemaparan Milestone, ITBM Wakatobi merumuskan roadmap pembangunan dalam beberapa tahap sampai pada tahun 2040.

“Visi kami adalah menjadi centre of excellence dalam pengembangan ipteks dan SDM berkarakter Islami,” tegas Rektor.

Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Mahfud Sholihin, memberikan apresiasi atas capaian signifikan ITBM Wakatobi dalam lima tahun terakhir. Ia menekankan bahwa sejak awal Muhammadiyah memiliki komitmen mendalam terhadap pengembangan pendidikan di berbagai level.

“Muhammadiyah kini memiliki 164 PTMA, termasuk satu di Malaysia. Dan ada juga college di Melbourne, Australia. Ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam membangun ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Mahfud juga menegaskan bahwa Catur Dharma PTMA, khususnya nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, menjadi pembeda sekaligus kekuatan utama PTMA dalam membawa misi dakwah yang inklusif.

“Kami berterima kasih kepada rektor dan seluruh sivitas akademika ITBM Wakatobi yang telah menjalankan amanah dengan baik. Untuk itu, kami memohon dukungan pemerintah dan LLDikti agar terus membina ITBM sebagai tempat melahirkan generasi unggul dari Wakatobi,” tambahnya.

Dalam pesannya, Mahfud berpesan agar para wisudawan menjaga rasa syukur dan tetap berbakti kepada orang tua. “Selamat untuk para wisudwan dan wisudawati karena telah berhasil menyelesaikan studinya. Setelah kelulusan, tantangan yang lebih besar menanti. Bagi yang ingin bekerja, bekerjalah dengan sungguh-sungguh; bagi yang ingin studi lanjut, teruskanlah perjuangan,” ujar Mahfud.

Rektor ITBM Wakatobi menutup acara dengan mengingatkan bahwa lulusan harus siap menghadapi era Society 5.0 dengan kemampuan adaptasi, kreativitas, dan kolaborasi. “Ilmu bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi harus memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” ujarnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*