JCC 2026 Perkuat Kolaborasi Global, Angkat Isu Komunikasi Digital dan Aktivisme di Asia Tenggara

JCC 2026 Perkuat Kolaborasi Global, Angkat Isu Komunikasi Digital dan Aktivisme di Asia Tenggara
JCC 2026 Perkuat Kolaborasi Global, Angkat Isu Komunikasi Digital dan Aktivisme di Asia Tenggara

WARTAPTM.ID, MALAYSIA – Jogjakarta Communication Conference (JCC) 2026 kembali digelar sebagai forum akademik internasional yang tidak hanya membahas isu-isu komunikasi global, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas negara yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.

Konferensi yang berlangsung pada 15–16 April 2026 di Penang, Malaysia, ini diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai negara di Asia. Para peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari akademisi, peneliti, mahasiswa, hingga pembuat kebijakan dan organisasi non-pemerintah.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Ahmad Dahlan. Sejumlah institusi turut berperan sebagai co-host, di antaranya Universitas Negeri Surabaya, University of Muhammadiyah Malaysia, Universiti Sains Islam Malaysia, APIK PTMA, serta ASPIKOM.

Ketua penyelenggara, Filosa Gita Sukmono, menjelaskan bahwa JCC 2026 dirancang tidak sekadar menjadi ruang diskusi ilmiah, tetapi juga wadah untuk membangun jejaring akademik yang berkelanjutan.

“Kolaborasi lintas negara menjadi kunci dalam menjawab tantangan komunikasi global yang semakin kompleks,” ujarnya.

Memasuki penyelenggaraan ketujuh, JCC 2026 mengusung tema “Creative Public Futures: Content, Civic Engagement, and Digital Culture in Southeast Asia” yang menyoroti peran konten, partisipasi publik, dan budaya digital dalam membentuk masa depan masyarakat.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan konferensi ini disampaikan Mohd Noh Dalimin dari University of Muhammadiyah Malaysia. Ia menilai JCC menjadi contoh penting sinergi antarperguruan tinggi dalam memperluas dampak keilmuan.

“Forum seperti ini mampu menjembatani pertukaran gagasan sekaligus membuka peluang kerja sama konkret,” ungkapnya.

Bahas Peran Strategis Komunikasi Digital

Sejumlah akademisi internasional turut hadir sebagai pembicara, di antaranya Arndt Graf dari Goethe University Frankfurt, Bahiyah Omar dari Universiti Sains Malaysia, Bai Long dari Dongguan University of Technology, Safiyyah Ahmad Sabri, serta Fajar Junaedi.

JCC 2026 Perkuat Kolaborasi Global, Angkat Isu Komunikasi Digital dan Aktivisme

Dalam sesi pemaparan, para narasumber menekankan bahwa komunikasi digital kini memiliki peran strategis dalam membentuk dinamika sosial.

Arndt Graf menyebut komunikasi digital tidak lagi sekadar sarana penyampaian informasi, tetapi telah memengaruhi aspek sosial dan politik masyarakat. Sementara itu, Bai Long menyoroti perkembangan aktivisme digital yang semakin kuat dalam membentuk opini publik.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Fajar Junaedi dan Bahiyah Omar yang mengkaji praktik gerakan masyarakat melalui media sosial di berbagai negara. Adapun Safiyyah Ahmad Sabri mengingatkan pentingnya sikap kritis serta etika dalam menyikapi arus informasi di ruang digital.

Tidak hanya berhenti pada diskusi akademik, JCC 2026 juga menghadirkan agenda pengabdian masyarakat internasional pada 16 April 2026 di dua lokasi, yakni Sanggar Bimbingan Permai Kulim dan Sanggar Belajar AMI Penang.

Kegiatan ini menjadi bentuk implementasi langsung dari hasil diskusi dan kajian akademik ke dalam praktik pemberdayaan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, JCC 2026 tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan, tetapi juga mendorong penerapan ilmu komunikasi untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.

Ke depan, forum ini diharapkan terus memperkuat jejaring global serta melahirkan kolaborasi riset dan program pengabdian yang berkelanjutan di berbagai negara.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*