WARTAPTM.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) mematangkan persiapan Ta’aruf Mahasiswa Baru (Maba) 2026 dengan menempatkan kualitas pelayanan sebagai perhatian utama. Kampus menilai interaksi pertama mahasiswa dengan perguruan tinggi menjadi momentum penting untuk membangun pengalaman positif dan kepercayaan terhadap institusi.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Ta’aruf Mahasiswa Baru Unismuh Makassar di Ruang Rapat Lantai 16, Gedung Iqra, Kamis (10/9/2026). Rapat dihadiri jajaran wakil rektor, panitia, serta pimpinan lembaga kemahasiswaan.
Rektor Unismuh Makassar Dr Abd Rakhim Nanda menekankan pentingnya persiapan yang matang agar mahasiswa baru memperoleh pengalaman awal yang baik ketika memasuki lingkungan kampus.
Ketua Panitia Ta’aruf, Dr Dahlan Lama Bawa, mengatakan arahan tersebut berkaitan dengan upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Unismuh sebagai perguruan tinggi sekaligus lembaga dakwah Muhammadiyah.
“Menjaga Unismuh tetap dipercaya, dicintai. Ya, itulah misi kita sebagai pendidikan tinggi sekaligus lembaga dakwah Muhammadiyah,” ujar Dahlan saat merangkum arahan Rektor.
Menurut Dahlan, salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan Ta’aruf ialah memastikan mahasiswa baru memperoleh pelayanan yang optimal sejak pertama kali datang ke kampus.
“Ending-nya pada bagaimana kita menyambut maba kita dengan service yang sempurna. Kita tidak ingin menyesalkan momen ini, ada hal yang tidak menyenangkan, dan itu ada di kita semua sebagai panitia dan pimpinan yang terkait dengan penyambutan,” katanya.
Unismuh Makassar memandang Ta’aruf Mahasiswa Baru bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan tersebut menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan akademik, budaya organisasi, lingkungan kampus, serta nilai-nilai Muhammadiyah.
Karena itu, setiap rangkaian kegiatan perlu dirancang sesuai dengan tujuan utama penyambutan mahasiswa baru. Jika Ta’aruf dilaksanakan dalam satu hari, Dahlan menilai kegiatan tersebut perlu benar-benar diarahkan sebagai pengenalan awal mahasiswa terhadap kampus.
“Kalau hanya satu hari, memang betul-betul penyambutan dan ta’aruf awal terhadap mahasiswa kita,” ujarnya.
Persiapan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mencegah persoalan teknis maupun pelayanan yang dapat memengaruhi pengalaman pertama mahasiswa selama berada di lingkungan kampus.
Dalam rapat, perhatian terhadap pelayanan juga dikaitkan dengan upaya menjaga daya tarik dan kepercayaan publik terhadap Unismuh Makassar.
Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghadirkan program akademik yang baik, tetapi juga membangun lingkungan yang mampu memberikan pengalaman positif kepada mahasiswa dan masyarakat. Dalam konteks tersebut, interaksi awal mahasiswa dengan kampus menjadi salah satu titik penting dalam membentuk persepsi terhadap institusi.
Rakhim mengingatkan pentingnya membangun simpati publik terhadap kampus.
“Bagaimana kita membuat orang simpati kepada kampus kita?” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu landasan dalam persiapan Ta’aruf Mahasiswa Baru. Bagi Unismuh, pengalaman pertama mahasiswa di kampus diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap institusi.
Rapat koordinasi juga membahas sejumlah kebutuhan teknis, termasuk penampilan organisasi kemahasiswaan dan pengaturan rangkaian acara.
Dahlan meminta hal-hal yang bersifat prinsip segera diselesaikan, sementara aspek teknis dikoordinasikan bersama unsur yang akan terlibat dalam pelaksanaan di lapangan.
“Hal-hal yang sifatnya prinsip kita tuntaskan. Kalau yang bersifat teknis, karena banyak teman-teman lembaga mahasiswa yang hadir, mereka yang eksekusi di lapangan bisa dituntaskan,” katanya.
Dengan persiapan tersebut, pelaksanaan Ta’aruf Mahasiswa Baru Unismuh Makassar menjadi tanggung jawab bersama pimpinan, panitia, lembaga, dan organisasi kemahasiswaan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memastikan mahasiswa baru mendapatkan pengalaman awal yang baik sejak memasuki lingkungan kampus.

Be the first to comment