Sebanyak 123 karyawan RS PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar mengikuti kegiatan Baitul Arqam yang diselenggarakan selama empat hari dalam dua gelombang, 3–6 Maret 2026. Kegiatan pembinaan tersebut berlangsung di Pusdiklat Universitas Muhammadiyah Makassar, Bollangi, Pattallassang, Gowa.
Peserta dibagi dalam dua tahap pelaksanaan, yakni 3–4 Maret dan 5–6 Maret 2026, guna memastikan seluruh karyawan dapat mengikuti proses pembinaan secara optimal tanpa mengganggu layanan rumah sakit.
Penguatan Ideologi dan Budaya Kerja Islami
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof. Ambo Asse, dan dihadiri jajaran pimpinan Unismuh serta manajemen rumah sakit.
Rektor Unismuh Makassar, Abdul Rakhim Nanda, menegaskan pentingnya kesinambungan pembinaan ideologis bagi seluruh karyawan, khususnya di Amal Usaha Muhammadiyah bidang kesehatan.
“Baitul Arqam bagi karyawan Rumah Sakit Muhammadiyah Unismuh Makassar dapat dilaksanakan secara berkala dan dibagi dalam beberapa gelombang agar seluruh karyawan memperoleh pembinaan,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga budaya kerja Islami sekaligus memperkuat karakter dalam pelayanan kesehatan.
Pelayanan Berbasis Akhlak dan Empati
Dalam arahannya, Ambo Asse menekankan bahwa pelayanan rumah sakit tidak hanya berbasis kompetensi medis, tetapi juga nilai akhlak.
“Pasien rumah sakit adalah tamu, dan tamu harus dilayani dengan baik,” katanya.
Ia mengutip Surah Ali Imran ayat 159 sebagai landasan etis pelayanan, yang menekankan pentingnya sikap lemah lembut dan empati. Nilai tersebut dinilai relevan dalam membangun kepercayaan pasien serta memperkuat citra pelayanan Islami.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar, Prof. Syarifuddin Wahid, menyampaikan bahwa rumah sakit mengusung jargon “Ikhlas, Ramah, Unggul” sebagai fondasi budaya kerja.
“Insya Allah karyawan bekerja dengan ikhlas, ramah, dan memiliki keunggulan. Hal itu tercermin dari meningkatnya kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap setelah mengikuti Baitul Arqam, seluruh karyawan semakin menguatkan komitmen pelayanan yang humanis dan profesional.
Materi AIK dan Tantangan Era Disrupsi
Master of Training Baitul Arqam, Saiful Kaharuddin, menjelaskan bahwa materi pembinaan meliputi Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Manhaj Tarjih dan Paham Agama, Manajemen Organisasi dan Akhlak Bermuhammadiyah, Etos Kerja Kader, hingga tantangan rumah sakit di era disrupsi.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya berorientasi pada pemahaman konseptual, tetapi juga pada pembentukan karakter dan budaya organisasi yang adaptif tanpa meninggalkan nilai dasar Muhammadiyah.
Pada hari pertama pelaksanaan, kegiatan juga diisi dengan Shalat Gerhana Bulan Total yang bertepatan pada 3 Maret 2026. Shalat tersebut diikuti seluruh peserta sebagai bagian dari penguatan spiritual dalam rangkaian Baitul Arqam.
Melalui kegiatan ini, manajemen RS PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar berharap nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan semakin mengakar dalam pelayanan kesehatan, sehingga prinsip “Ikhlas, Ramah, Unggul” tidak hanya menjadi slogan, tetapi tercermin dalam praktik pelayanan sehari-hari.
Be the first to comment