Ketum PP ‘Aisyiyah Tegaskan Peran Strategis PTMA dalam Membangun Peradaban

Ketum PP ‘Aisyiyah Tegaskan Peran Strategis PTMA dalam Membangun Peradaban
Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah - Dr. Apt. Salmah Orbayinah, M.Kes.

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menggelar agenda buka puasa bersama pada Jumat (13/3/2026) yang dihadiri pimpinan majelis, dewan pakar, serta sejumlah rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menyampaikan amanat mengenai peran strategis PTMA dalam membangun peradaban sekaligus menyoroti dedikasi para pendidik di berbagai daerah yang mengabdi.

Pendidikan sebagai Pilar Peradaban

Dalam sambutannya, Salmah menegaskan bahwa PTMA memiliki posisi penting dalam memajukan ilmu pengetahuan sekaligus membangun peradaban. Menurutnya, perguruan tinggi di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai institusi yang melahirkan generasi yang berintegritas dan berkontribusi bagi masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari krisis kemanusiaan, kerusakan lingkungan, persoalan moral, hingga ketimpangan sosial. Kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi untuk menghadirkan pendidikan yang mencerahkan.

“Perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dituntut melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh iman dan karakternya,” ujarnya.

Sejak awal berdirinya, lanjut Salmah, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dikenal sebagai gerakan yang menempatkan pendidikan sebagai sarana pencerahan dan pembangunan peradaban, termasuk melalui pemberdayaan perempuan serta penguatan keluarga.

Dedikasi Pendidik di Tengah Keterbatasan

Salmah juga mengangkat realitas perjuangan para pendidik di sejumlah perguruan tinggi ‘Aisyiyah di daerah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan pendanaan.

Ia mencontohkan dinamika sebuah perguruan tinggi ‘Aisyiyah di Riau yang semula memanfaatkan kantor Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah sebagai lokasi perkuliahan. Seiring berkembangnya kebutuhan, kampus tersebut kemudian memanfaatkan gedung panti asuhan ‘Aisyiyah, sementara operasional panti dialihkan ke kantor organisasi.

Kisah lain datang dari Kendari, di mana seorang rektor perguruan tinggi ‘Aisyiyah mengabdi tanpa menerima gaji tetap sebagaimana lazimnya, melainkan hanya memperoleh uang transportasi dengan jumlah yang jauh di bawah standar upah minimum. Bahkan, menurut Salmah, tidak sedikit dosen lulusan luar negeri di lingkungan PTMA yang tetap memilih mengabdi meski dengan penghasilan yang terbatas.

Menurutnya, semangat pengabdian tersebut lahir dari komitmen untuk membangun peradaban melalui pendidikan.

“Masih banyak yang berkhidmat di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dengan dilandasi niat membangun peradaban dan didorong oleh keikhlasan,” ungkapnya.

Sinergi untuk Menguatkan PTMA

Dalam kesempatan itu, Salmah juga menilai bahwa sinergi antara ‘Aisyiyah dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan perguruan tinggi di lingkungan persyarikatan.

Menurutnya, kerja sama tersebut membuka ruang koordinasi yang lebih baik dalam menghadapi berbagai dinamika pengelolaan kampus, termasuk dalam penyelesaian proses pemilihan pimpinan perguruan tinggi di beberapa daerah.

Salmah juga menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian yang diraih PTMA di tingkat nasional. Ia menyebutkan bahwa dari sekitar 163 PTMA yang ada di Indonesia—sekitar 4 persen dari total perguruan tinggi nasional—kontribusinya cukup signifikan dalam berbagai indikator mutu pendidikan.

Sebagai contoh, sekitar 21 persen perguruan tinggi berakreditasi unggul di Indonesia berasal dari PTMA. Selain itu, lebih dari 20 persen fakultas kedokteran di Indonesia juga berada di bawah naungan PTMA.

Di akhir sambutannya, Salmah menyampaikan keyakinannya bahwa ketika kekuatan ilmu pengetahuan, dakwah, dan nilai-nilai Islam berjalan beriringan, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah akan terus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia berharap momentum Ramadan dapat semakin memperkuat komitmen seluruh elemen persyarikatan untuk menghadirkan pendidikan yang mencerahkan serta melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*