Kongres FORDEK FISIP PTMA 2026, Majelis Diktilitbang Dorong Peran FISIP sebagai Anchor Institution

Kongres FORDEK FISIP PTMA 2026, Majelis Diktilitbang Dorong Peran FISIP sebagai Anchor Institution
Nurhadi, Ph.D. -Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi membuka Kongres Forum Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (FORDEK FISIP PTMA) Tahun 2026. Pembukaan kongres berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026, di Aula Hasan Din, Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB).

Pembukaan kongres dilakukan langsung oleh Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Nurhadi. Dalam sambutannya, Nurhadi menyampaikan apresiasi atas konsistensi FORDEK FISIP PTMA dalam mengonsolidasikan peran fakultas ilmu sosial dan politik di lingkungan PTMA.

Ia juga menyampaikan salam dan pesan dari Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta pleno Majelis Diktilitbang. Menurutnya, keberadaan forum asosiasi seperti FORDEK FISIP PTMA memiliki kontribusi nyata dalam mendorong kemajuan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah secara kolektif.

Nurhadi menegaskan bahwa FORDEK FISIP PTMA memikul sejumlah misi strategis, salah satunya adalah misi kebangsaan. Para dekan FISIP PTMA, kata dia, memiliki posisi penting dalam mengawal isu-isu krusial yang dihadapi bangsa, mulai dari demokratisasi, pemberantasan korupsi, kerusakan lingkungan, hingga tata kelola pemerintahan.

Ia menilai, kekuatan FORDEK FISIP PTMA terletak pada keragaman keahlian para dekan dan sivitas akademika yang dapat dikontribusikan bagi kepentingan publik dan pembangunan nasional.

Selain misi kebangsaan, Nurhadi juga menyoroti pentingnya penguatan jejaring FISIP PTMA, baik di tingkat nasional maupun internasional. Meski jaringan internasional telah terbangun hingga kawasan Asia Tenggara dan luar Asia, ia mengingatkan perlunya strategi adaptif di tengah tantangan efisiensi anggaran.

Dalam konteks itu, ia mendorong FORDEK FISIP PTMA untuk mengoptimalkan pendekatan internationalization at home sebagai strategi internasionalisasi yang relevan dengan keterbatasan sumber daya. Pendekatan ini dinilai strategis karena menghadirkan standar internasional ke dalam kampus tanpa harus selalu mengirim dosen dan mahasiswa ke luar negeri.

Menurut Nurhadi, internationalization at home dapat diterapkan secara menyeluruh, mulai dari penguatan budaya akademik, pengembangan kurikulum, riset, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola dan pengembangan sumber daya manusia.

Lebih jauh, ia menilai tema kongres yang menekankan keunggulan internal dan daya saing global sebagai pilihan yang tepat. Keunggulan akreditasi, kata dia, bukan hanya menjadi daya tarik institusi, tetapi juga instrumen strategis untuk meningkatkan kepercayaan publik dan menjaring mahasiswa.

Dalam sambutannya, Nurhadi juga menekankan peran strategis FISIP sebagai anchor institution atau institusi jangkar di daerah. FISIP, menurutnya, harus mampu menjadi penghubung antara pengembangan ilmu pengetahuan dan penguatan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa produksi pengetahuan saat ini tidak lagi bersifat eksklusif di lingkungan perguruan tinggi, melainkan dilakukan melalui proses knowledge co-production bersama pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, serta pusat-pusat riset. Melalui peran tersebut, FISIP PTMA diharapkan mampu memperkuat kontribusi PTMA bagi pembangunan daerah.

Menutup sambutannya, Nurhadi berharap Kongres FORDEK FISIP PTMA Tahun 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan yang semakin solid dan progresif. Ia menegaskan bahwa semangat continuous improvement perlu terus dijaga demi kemajuan FORDEK FISIP PTMA ke depan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*