Konsisten Meneliti dan Menulis, Alumnus FAI UMS Raih World Rank 4 Education and Islamic Studies

Konsisten Meneliti dan Menulis, Alumnus FAI UMS Raih World Rank 4 Education and Islamic Studies

WARTAPTM.ID, SURAKARTA — Konsistensi dalam penelitian dan publikasi ilmiah mengantarkan alumnus Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Mahmudulhassan atau Hasan, meraih “World Rank 4 bidang Education and Islamic Studies” dalam Scholar Index Top 1000 Scholar 2026.

Capaian tersebut tidak menjadi target awal Hasan. Ia mengaku hanya berusaha menjaga konsistensi dalam melakukan penelitian, menulis, dan mempublikasikan karya ilmiah.

“Saya sendiri tidak pernah membayangkan akan mendapatkan World Rank 4. Saya hanya berusaha konsisten melakukan penelitian dan publikasi,” ungkap Hasan saat diwawancarai melalui Zoom, Selasa (6/10/2026).

Dalam perjalanan akademiknya, Hasan menyebut lingkungan akademik UMS turut mendorongnya untuk aktif menulis dan mempublikasikan penelitian. Ia juga belajar memahami proses publikasi ilmiah, termasuk mengirimkan artikel ke jurnal yang terindeks Scopus maupun SINTA.

“Yang penting saya berusaha, terus submit, nulis, publikasi. Biar sekarang saya dapat kabar gembira, jadi saya sangat semangat,” tuturnya.

Berdasarkan rekam publikasi yang disampaikan Hasan, ia telah menghasilkan 68 artikel. Sebanyak 10 artikel di antaranya terindeks Scopus, terdiri atas empat artikel pada jurnal Q1, satu Q2, dua Q3, dan dua Q4.

Bidang yang banyak menjadi perhatian penelitiannya meliputi pendidikan, pendidikan Islam, dan pendidikan multikultural.

Meneliti Pendidikan Islam Indonesia dan Bangladesh

Salah satu penelitian Hasan membahas penerapan student-centered learning sebagai pendekatan untuk mencegah radikalisasi di sekolah Islam. Penelitian berjudul “Exploring Student-Centered Learning as a Tool to Prevent Radicalization in Islamic Junior Schools: A Case Study of Indonesia and Bangladesh” merupakan penelitian komparatif yang melibatkan Hasan bersama sejumlah peneliti, termasuk Prof. Dr. Sekar Ayu Aryani, M.Ag.

Konsisten Meneliti dan Menulis, Alumnus FAI UMS Raih World Rank 4 Education and Islamic Studies

Penelitian tersebut mengkaji penerapan pembelajaran berpusat pada mahasiswa atau siswa di sekolah Islam di Indonesia dan Bangladesh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tersebut dapat mendorong berpikir kritis, keterlibatan siswa, dan sikap saling menghargai. Namun, penerapannya juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti ketergantungan pada metode pembelajaran konvensional, keterbatasan sumber daya, dan kesiapan guru.

Hasan mengatakan penelitian tersebut memberinya gambaran mengenai perbedaan penerapan teori dan praktik pendidikan di kedua negara. Ia melihat masih terdapat ruang penguatan praktik pendidikan di Bangladesh, khususnya dalam menghubungkan teori dengan praktik.

“Kalau di Bangladesh kurangnya praktikal. Kalau kita lihat Pendidikan Islam, karena saya meneliti tentang Pendidikan Islam, kalau di Bangladesh juga ada kurang di sekolah sekuler. Tapi saya lihat di Indonesia, masyaallah, ada pendidikan Islam,” jelasnya.

Menurut Hasan, pengalaman pendidikan di Indonesia memberikan sejumlah pembelajaran yang dapat menjadi bahan pengembangan pendidikan di Bangladesh. Ia menyoroti pentingnya keterhubungan antara teori dan praktik, publikasi ilmiah, serta kegiatan ekstrakurikuler dalam mendukung proses pendidikan.

Menempuh Doktoral di UMS

Perjalanan akademik Hasan memiliki hubungan erat dengan UMS. Sebelum melanjutkan pendidikan doktoral di FAI UMS, ia telah menyelesaikan pendidikan magister bidang Tafsir Hadis dan Ilmu Politik di Bangladesh.

Ketertarikannya terhadap bidang pendidikan kemudian membawanya untuk melanjutkan studi di Indonesia. Awalnya, Hasan berencana menempuh pendidikan S2 Pendidikan Agama Islam. Namun, setelah berdiskusi dengan Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional UMS, ia memperoleh informasi dan kesempatan untuk langsung melanjutkan studi doktoral.

“Saya sangat senang, saya menangis. Karena itu mimpi saya mau masuk S3 juga,” kenangnya.

Kesempatan tersebut semakin terbuka setelah Hasan memperoleh beasiswa 100 persen dari UMS. Selama menempuh studi, ia tidak hanya memperdalam bidang pendidikan, tetapi juga mengembangkan kapasitas penelitian dan publikasinya.

Hasan mengenang masa studi di UMS sebagai pengalaman yang berkesan. Ia menyebut suasana perkuliahan dan pengalaman mengikuti kelas sebagai bagian penting dari perjalanan akademiknya.

Kini, setelah kembali ke Bangladesh, Hasan mengajar pada jenjang pendidikan setara SMA. Ia juga tengah mencari kesempatan untuk bergabung dengan perguruan tinggi di negara asalnya.

Pengakuan Scholar Index menjadi bagian dari perjalanan akademiknya. Bagi Hasan, capaian tersebut justru semakin menguatkan komitmennya untuk terus meneliti dan mempublikasikan karya ilmiah.

“Saya hanya berusaha konsisten melakukan penelitian dan publikasi,” pungkasnya.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply