Leadership Training XI Resmi Ditutup: Majelis Diktilitbang Tekankan Integritas dan Kepemimpinan Berkemajuan

Leadership Training XI Resmi Ditutup Majelis Diktilitbang Tekankan Integritas dan Kepemimpinan Berkemajuan
Penutupan Leadership Training XI PTMA, Senin (24/11).

Setelah enam hari agenda intensif, Leadership Training (LT) XI Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah resmi ditutup pada Senin, 24 November 2025, di UMY Student Dormitory, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pelatihan yang diikuti top manager dari PTMA ini menghadirkan rangkaian materi strategis, diskusi, dan penguatan nilai kepemimpinan sesuai karakter Islam berkemajuan.

Penutupan kegiatan dihadiri oleh jajaran Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, rektor UMY, dan para peserta LT XI. Suasana hangat dan penuh optimisme mengiringi sesi akhir, menandai komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola pendidikan tinggi Muhammadiyah.

Director of Training LT XI, Moh. Mudzakkir, menyampaikan laporan perkembangan peserta selama agenda berlangsung. Ia menekankan bahwa seluruh peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi, kerjasama, kedisiplinan, serta pemahaman materi kepemimpinan.

“Alhamdulillah, perkembangan peserta pada LT XI ini sangat positif. Mereka aktif berdiskusi, terbuka menerima evaluasi, dan menunjukkan keseriusan dalam memperdalam aspek integritas, tata kelola, hingga visi strategis PTMA,” ujarnya.

Moh. Mudzakkir - Director of Training Leadership Training XI
Moh. Mudzakkir – Director of Training Leadership Training XI

Mudzakkir menilai tren positif ini menjadi modal penting bagi keberlanjutan kepemimpinan di lingkungan PTMA. “Mayoritas peserta berasal dari pimpinan teratas kampus. Melihat antusiasme dan kedewasaan mereka dalam proses pembelajaran, kita optimis PTMA akan memiliki pemimpin yang lebih siap, progresif, dan visioner,” tambahnya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Achmad Nurmandi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelatihan selama enam hari dengan berbagai proses dan dinamika pembelajaran. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas kepemimpinan tidak berhenti pada kegiatan LT semata.

“Untuk menjadi pimpinan PTMA yang tangguh, kita tidak bisa hanya mengandalkan pelatihan ini. Perlu pembelajaran mandiri, memperluas pergaulan, dan terus mencari pengalaman,” ujarnya.

Nurmandi menyinggung konsep tour of duty dalam Pedoman PTMA, yang memungkinkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menugaskan rektor dari satu PTMA ke PTMA lain yang tengah bertumbuh. Kebijakan ini, jelasnya, bertujuan memperkaya pengalaman, memperluas wawasan, serta mendorong inovasi pengelolaan kampus.

“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi para peserta. Kami berharap ada percepatan dan terobosan nyata dalam pengembangan PTMA setelah kembali ke kampus masing-masing,” tambahnya.

Penutupan Leadership Training

Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, secara resmi menutup agenda LT XI. Dalam sambutannya, ia mengangkat Surah Al-Isra’ ayat 80 sebagai fondasi etik dan spiritual bagi seluruh pemimpin PTMA.

Menurutnya, dua frasa penting dalam ayat tersebut harus menjadi prinsip dasar kepemimpinan. Pertama, “mudkhala shidq”, yang ia maknai sebagai memasuki jabatan dengan cara yang baik dan terhormat. “Kepemimpinan itu harus dimulai dengan niat yang tulus, melalui proses yang benar, dan dijalankan dengan penuh kesungguhan,” ujarnya.

Kedua, “mukhraja shidq”, yaitu mengakhiri jabatan secara terhormat. “Pemimpin harus memastikan bahwa ketika masa jabatan usai, ia meninggalkan jejak kebaikan, bukan persoalan bagi institusi,” jelasnya.

Muttaqin juga menekankan frasa “sultanan nashīrā” — permohonan akan kekuatan yang menolong. Namun, ia menegaskan bahwa kekuatan itu bukan untuk menghadapi pihak luar, melainkan untuk menundukkan musuh internal. “Kekuatan ini dibutuhkan untuk menghadapi musuh yang sesungguhnya. Dan musuh itu bukan orang lain, tetapi diri kita sendiri,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa musuh tersebut sering muncul dalam bentuk rasa malas, sikap abai terhadap masalah, dan kecenderungan merasa paling benar. Ketiganya, menurutnya, menjadi sumber utama hambatan perkembangan kepemimpinan.

Ahmad Muttaqin Leadership Training

Lebih jauh, Muttaqin menegaskan bahwa LT enam hari ini memberikan bekal tridimensi ilmu yang harus melekat pada diri pemimpin PTMA. Dimensi Bayani membentuk kemampuan komunikasi dan penyampaian pesan secara tepat; Burhani memperkuat kemampuan analisis dan pengambilan keputusan yang rasional; sementara Irfani menumbuhkan kearifan spiritual yang menjaga integritas.

“Kalau kita sudah mampu mengalahkan musuh dalam diri sendiri, insyaallah tantangan dari luar—baik kebijakan yang tidak memihak, kompetisi, maupun niat buruk orang lain—akan jauh lebih mudah kita atasi,” pungkasnya.

Dengan penutupan ini, para peserta LT XI diharapkan kembali ke kampus masing-masing membawa semangat baru dan visi kepemimpinan yang lebih matang, demi mendorong Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah semakin unggul, terpercaya, dan berdampak.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*