WARTAPTM.ID, SEMARANG – Inovasi teknologi kembali lahir dari mahasiswa ITESA Muhammadiyah Semarang. Mahasiswa Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) berhasil mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama Medikidney, yang mampu mendeteksi batu ginjal melalui citra CT Scan dengan tingkat akurasi tinggi.
Aplikasi ini dikembangkan oleh tim mahasiswa semester lima sebagai bagian dari proyek akhir, di bawah bimbingan Nurul Huda.
Medikidney dirancang sebagai sistem pendukung keputusan bagi tenaga medis dalam menganalisis citra CT Scan ginjal secara otomatis. Berdasarkan hasil pengujian, sistem ini mampu mencapai akurasi tertinggi hingga 99,91 persen, dengan rata-rata akurasi sekitar 95 persen, serta waktu analisis kurang dari satu menit.
Salah satu pengembang, Nanda Zafran Mahendra, menjelaskan bahwa inovasi ini berangkat dari kebutuhan akan proses diagnosis yang lebih cepat dan presisi.
“Kami melihat bahwa diagnosis batu ginjal membutuhkan ketepatan dan kecepatan. Melalui Medikidney, kami ingin menghadirkan sistem yang membantu dokter menganalisis CT Scan secara lebih cepat, konsisten, dan terdokumentasi,” ujarnya.
Integrasi AI dan Rekayasa Perangkat Lunak
Pengembangan aplikasi ini memanfaatkan pendekatan Deep Learning berbasis Convolutional Neural Network (CNN) untuk mengolah citra medis secara otomatis.
Sementara itu, Rahmat Ryansyah menambahkan bahwa sistem tidak hanya fokus pada model AI, tetapi juga dirancang sebagai aplikasi yang siap digunakan secara praktis.
“Kami membangun sistem secara menyeluruh. Mulai dari keamanan login dokter, pengelolaan data pasien, hingga pembuatan laporan otomatis, sehingga dapat langsung digunakan dalam praktik,” jelasnya.
Fitur Lengkap dan Terintegrasi
Medikidney hadir dengan sistem yang terintegrasi dan mudah digunakan. Dokter cukup mengunggah citra CT Scan pasien, kemudian sistem akan melakukan proses analisis secara otomatis dan menampilkan hasil diagnosis.
Hasil tersebut tersimpan dalam dashboard riwayat pasien dan dapat diunduh dalam format PDF maupun CSV untuk kebutuhan dokumentasi medis.
Beberapa fitur unggulan yang ditawarkan antara lain:
- Analisis berbasis AI (CNN) dengan waktu kurang dari 60 detik
- Klasifikasi otomatis: batu ginjal atau normal
- Akurasi tinggi hingga 99,91 persen
- Laporan otomatis (PDF & CSV)
- Dashboard riwayat diagnosis pasien
- Tampilan hasil analisis yang lengkap
Potensi Pengembangan Lebih Lanjut
Dosen pembimbing, Nurul Huda, mengapresiasi capaian mahasiswa yang dinilai telah melampaui sekadar proyek akademik.
“Proyek Medikidney menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan rekayasa perangkat lunak secara utuh. Ini bukan sekadar tugas akhir, tetapi sudah mengarah pada solusi nyata di bidang kesehatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, inovasi ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari riset lanjutan maupun implementasi sistem diagnosis berbasis AI di masa depan.
Melalui pengembangan Medikidney, mahasiswa ITESA Muhammadiyah Semarang menunjukkan bahwa teknologi AI dapat memberikan kontribusi konkret dalam dunia kesehatan, khususnya dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi diagnosis medis.
Ke depan, aplikasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara lebih luas sebagai bagian dari transformasi digital layanan kesehatan di Indonesia.
Be the first to comment