WARTAPTM.ID, MADIUN – Tiga mahasiswa Program Studi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di Pabrik Gula (PG) Pagotan, Madiun, yang dikelola PT Sinergi Gula Nusantara. Selama satu bulan pada Agustus 2026, mereka mempelajari tiga aspek berbeda dalam industri gula, mulai dari proses produksi, pengendalian mutu, hingga pengelolaan persediaan tebu.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Yulia Ratnasari Putri Pratama, Adzkia Qashida Salsabila, dan Diah Ayu Lestari. Meski menjalani magang di lokasi yang sama, masing-masing mengangkat topik sesuai dengan bidang praktiknya.
Yulia meneliti pengaruh kualitas tebu terhadap hasil produksi gula. Adzkia mempelajari tahapan proses produksi gula, sedangkan Diah mengkaji pengelolaan persediaan bahan baku tebu selama musim giling.
“Kita bertiga memang sama-sama magang di PG Pagotan Madiun. Tapi berbeda secara praktik. Kalau saya dan Salsa (Adzkia Qashida Salsabila) magang pada bagian pengolahan tebu. Salsa itu di proses pengolahan tebu (penggilingan), saya di bagian hasil pengolahan tebu atau gula yang dihasilkan. Sedangkan Diah itu terkait ketersediaan bahan baku tebu,” ujar Yulia, Senin (19/10/2026).
Dalam praktiknya, Adzkia berfokus memahami tahapan produksi gula, penerapan proses pengolahan di lingkungan industri, serta faktor-faktor yang memengaruhi proses produksi. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk mempelajari penerapan proses produksi secara langsung di pabrik.
Sementara itu, Yulia mengkaji penentuan rendemen tebu serta hubungan kualitas bahan baku dengan rendemen dan hasil produksi gula. Ia juga mempelajari faktor yang memengaruhi mutu tebu dan rendemen, termasuk penerapan pengendalian kualitas untuk mendukung efisiensi produksi.
Menurut Yulia, penilaian mutu gula mencakup sembilan kriteria. Beberapa di antaranya adalah warna larutan yang diukur menggunakan parameter CUMSA, kadar air, ukuran butir, dan kadar sukrosa.
Adapun Diah mempelajari rantai penyediaan bahan baku tebu, mulai dari petani atau mitra, proses tebang dan muat, pengangkutan, penimbangan, hingga penerimaan tebu di pabrik. Ia juga mengidentifikasi faktor yang memengaruhi persediaan bahan baku selama musim giling serta kendala dan upaya penanganannya.
Dalam laporan magangnya, Diah turut membahas mekanisme pembagian hasil antara PG Pagotan dan petani berdasarkan rendemen gula yang diperoleh.
Kepala Program Studi Biokewirausahaan UMJT, Irfan Miftakhul Fauzi, mengatakan mahasiswa dipersiapkan untuk mengenal proses kerja di dunia industri, khususnya perusahaan yang mengolah bahan baku menjadi produk dalam skala tertentu.
“Seperti di Pabrik Gula Pagotan Madiun yang menghasilkan gula dengan kriteria tertentu,” ujar Irfan.
Melalui kegiatan magang tersebut, mahasiswa UMJT memperoleh kesempatan untuk mempelajari proses industri secara langsung sesuai dengan fokus kajian masing-masing. Pengalaman ini menjadi bagian dari pembelajaran untuk memahami keterkaitan antara pengelolaan bahan baku, proses produksi, dan mutu produk dalam kegiatan usaha.

Be the first to comment