Majelis Diktilitbang: Lulusan Unismuh Harus Adaptif di Era Digital dan Perkuat Iman

Majelis Diktilitbang Lulusan Unismuh Harus Adaptif di Era Digital dan Perkuat Iman
Majelis Diktilitbang: Lulusan Unismuh Harus Adaptif di Era Digital dan Perkuat Iman

Anggota Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sutrisno, mengingatkan para lulusan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar agar mempersiapkan diri menghadapi percepatan perubahan di era digital. Menurutnya, bekal akademik harus ditopang fondasi iman, karakter, serta kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Pesan tersebut disampaikan saat memberikan amanat pada Wisuda ke-87 Unismuh Makassar yang digelar di Balai Sidang Muktamar Kampus Unismuh Makassar, Senin, 16 Februari 2026. Pada wisuda tersebut, sebanyak 692 lulusan dari tujuh fakultas dan Program Pascasarjana resmi dikukuhkan.

Fondasi Karakter di Tengah Perubahan Cepat

Dalam amanatnya, Sutrisno mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan para pendiri dan pelopor Unismuh Makassar sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasi mereka dalam membangun institusi pendidikan Muhammadiyah.

Ia menegaskan bahwa lulusan Unismuh harus memiliki kebanggaan terhadap almamaternya sekaligus memperkuat identitas institusi sebagai kampus unggul dan bereputasi internasional. Namun, menurutnya, reputasi tersebut harus diiringi kesiapan menghadapi sistem kehidupan yang semakin otomatis, cepat, dan kompetitif.

Sutrisno menekankan pentingnya memperkokoh fondasi “keimanan, ketakwaan, amal saleh, dan akhlakul karimah” sebagai pegangan utama dalam menghadapi perubahan sosial dan teknologi yang berlangsung cepat.

Menurutnya, kecanggihan teknologi dan digitalisasi tidak boleh menggerus nilai moral dan spiritual lulusan Muhammadiyah.

Penguatan Kompetensi dan Jiwa Kewirausahaan

Selain karakter, Sutrisno juga menekankan penguatan kompetensi. Ia menilai lulusan perlu memiliki keterampilan komunikasi yang baik, penguasaan teknologi informasi, serta kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Pada bidang tertentu, penguasaan bahasa Arab dan bahasa internasional lain juga dinilai penting sebagai bekal menghadapi dunia kerja global.

Ia turut menyoroti pentingnya jiwa kewirausahaan. Semangat entrepreneur, menurutnya, relevan bagi lulusan yang telah bekerja, sedang mencari pekerjaan, maupun yang sejak awal memilih jalur usaha mandiri. Kemandirian ekonomi menjadi bagian dari kontribusi nyata lulusan dalam memperkuat peran Muhammadiyah di tengah masyarakat.

Kepada lulusan bidang kedokteran, Sutrisno memberikan pesan khusus agar menjalani masa internship secara optimal dan mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan spesialis. Ia menyebut peluang Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) semakin terbuka, termasuk dalam jejaring Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat kontribusi di bidang pendidikan dan kesehatan secara nasional.

Peran Alumni dan Jejaring Kolaborasi

Sutrisno juga mengingatkan pentingnya memperkuat komunikasi melalui ikatan alumni dan asosiasi profesi. Jejaring alumni, menurutnya, berperan strategis dalam pengembangan karier, penguatan profesionalisme, serta membuka peluang kolaborasi lintas wilayah dan negara.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas atas capaian reputasi yang dinilai semakin nyata, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pemerintah daerah serta para mitra yang mendukung pengembangan institusi.

Kepada orang tua dan wali wisudawan, Sutrisno menekankan pentingnya menyebarluaskan kabar baik tentang keberhasilan lulusan sebagai bentuk kepercayaan terhadap pendidikan Muhammadiyah.

Menutup amanatnya, ia kembali menegaskan bahwa lulusan Unismuh Makassar harus siap menjadi generasi yang adaptif, kompeten, serta kokoh dalam nilai keislaman.

Dengan perpaduan iman, akhlak, dan kompetensi, lulusan Muhammadiyah diharapkan mampu menjawab tantangan era digital sekaligus menghadirkan kebermanfaatan bagi umat, bangsa, dan peradaban.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*