Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dorong Kolaborasi Riset Strategis dengan BRIN

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dorong Kolaborasi Riset Strategis dengan BRIN
Pertemuan Tim Divisi Riset Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Senin (5/1/2026).

Upaya memperkuat kontribusi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) dalam ekosistem riset nasional terus dilakukan. Salah satunya melalui rapat terbatas antara Tim Divisi Riset Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arief Satria, yang digelar pada Senin (5/1/2026) di Kantor BRIN, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Arief Satria mengungkapkan bahwa BRIN akan meluncurkan sejumlah program riset unggulan dan strategis yang berorientasi pada dampak nyata serta terbuka bagi dosen dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta.

“Program-program riset ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan strategis bangsa dan dapat diakses oleh para dosen PTMA,” ujar Arief Satria.

Sebagai langkah konkret, Kepala BRIN juga mengusulkan perlunya MoU antara BRIN dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar kolaborasi riset memiliki dasar hukum yang kuat dan berkelanjutan. MoU tersebut diharapkan menjadi payung kerja sama bagi pelibatan dosen-dosen PTMA dalam berbagai program riset nasional.

Tim Divisi Riset Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional

Menanggapi hal tersebut, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah diminta untuk memetakan dosen-dosen PTMA yang memiliki keunggulan riset, baik dari sisi kepakaran maupun rekam jejak penelitian, untuk selanjutnya diusulkan kepada BRIN.

Tidak hanya itu, dosen PTMA yang terlibat dalam riset yang dibiayai BRIN juga berkesempatan memanfaatkan fasilitas laboratorium BRIN yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Meski saat ini fokus riset BRIN masih dominan pada bidang ilmu eksakta, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah turut mendorong agar ilmu-ilmu sosial dan humaniora mendapat ruang yang lebih luas. Hal ini dinilai penting mengingat banyak persoalan bangsa yang membutuhkan pendekatan sosial, budaya, dan kebijakan publik.

Arief Satria memastikan bahwa pengumuman resmi program riset BRIN akan dilakukan beberapa bulan ke depan di awal Tahun 2026, sehingga para dosen PTMA diharapkan mulai bersiap sejak dini.

Rapat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, antara lain Harun Joko Prayitno, Khudzaifah Dimyati, Widodo Muktiyo, Amika Wardana, Muhammad Kunta Biddinika, dan Lukman Hakim.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi PTMA sebagai bagian penting dalam pembangunan riset nasional yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemaslahatan bangsa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*