WARTAPTM.ID, BANJARMASIN — Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) memasuki usia ke-30 tahun dengan dorongan kuat untuk mempertegas perannya sebagai markas intelektual sekaligus pusat peradaban Islam masa depan. Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Milad ke-30 UMBJM yang digelar di kampus setempat, Jumat (24/7/2026).
Momentum milad ini tidak sekadar menjadi penanda perjalanan usia, tetapi juga ruang refleksi dan proyeksi masa depan dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan, Ridhahani Fidzi, menegaskan bahwa usia tiga dekade harus dimaknai sebagai titik tolak untuk melakukan pembenahan dan penguatan kualitas kelembagaan.
“Milad ke-30 ini harus menjadi titik tolak dan momentum untuk saling bahu-membahu serta berbenah, sehingga UMBJM benar-benar menjadi markas intelektual dan peradaban Islam masa depan,” ujarnya.
Ia menilai bahwa perguruan tinggi saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari disrupsi teknologi, persaingan global, hingga meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan.
“Tantangan ke depan semakin berat. Disrupsi teknologi, persaingan global, dan tuntutan kualitas lulusan harus dijawab dengan kesiapan, inovasi, dan komitmen yang kuat,” tegasnya.
Rektor UMBJM, Khudzaifah Dimyati, dalam laporannya menyampaikan bahwa perjalanan institusi tersebut telah melalui proses panjang dan bertahap.
“Pada 1996 kami masih berbentuk akademi perawat, kemudian berkembang menjadi STIKES pada 2003, hingga akhirnya berdiri sebagai Universitas Muhammadiyah Banjarmasin pada 2015. Ini adalah perjalanan panjang yang tidak mudah,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa UMBJM terus menunjukkan perkembangan dengan membuka lima program studi baru, yaitu Manajemen, PGSD, Ilmu Komunikasi, Ilmu Hukum, serta Diploma Bahasa Inggris.
Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
Perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Sekretaris Daerah Muhammad Syarifudin, menilai bahwa UMBJM memiliki komitmen kuat dalam membangun pendidikan yang berkualitas.
“Melihat perjalanan UM Banjarmasin, kita dapat melihat komitmen perguruan tinggi ini dalam membangun pendidikan. Dengan visi yang kuat dan tata kelola yang baik, UMBJM memiliki peluang besar untuk terus berkembang mengikuti zaman,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul di daerah.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa milad harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni peringatan usia.
“Lebih dari sekadar pengingat tahun kelahiran, milad harus menjadi momentum muhasabah sekaligus melihat proyeksi ke depan. Kata kuncinya adalah membangun keunggulan,” tuturnya.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya orientasi ke depan dalam membangun perguruan tinggi yang tidak hanya bertumbuh secara kuantitatif, tetapi juga unggul secara kualitas.
Memasuki usia ke-30 tahun, UMBJM diharapkan mampu menghadirkan ekosistem akademik yang unggul, inovatif, dan berkemajuan.
Dengan berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan, kampus ini diarahkan untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang berintegritas.
Lebih dari itu, UMBJM diharapkan mengukuhkan perannya sebagai markas intelektual yang mampu menghadirkan solusi bagi persoalan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta.
Be the first to comment