Momen Haru Warnai Wisuda UNIMMA, Ijazah Diserahkan kepada Keluarga Wisudawati yang Telah Berpulang

Momen Haru Warnai Wisuda UNIMMA, Ijazah Diserahkan kepada Keluarga Wisudawati yang Telah Berpulang
Momen Haru Warnai Wisuda UNIMMA, Ijazah Diserahkan kepada Keluarga Wisudawati yang Telah Berpulang.

WARTAPTM.ID, MAGELANG – Prosesi wisuda Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) periode II Tahun Akademik 2025/2026 tak hanya dipenuhi kebanggaan, tetapi juga diliputi suasana haru. Dalam rangkaian acara yang digelar di Auditorium Kampus 1 UNIMMA, Kamis (30/4), terselip momen emosional saat penyerahan ijazah kepada keluarga salah satu wisudawati yang telah wafat.

Dari total 310 wisudawan, nama almarhumah Lusi Kristiana, lulusan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), tetap disebut dengan penuh penghormatan. Lusi diketahui meninggal dunia pada 31 Januari 2026 setelah berjuang melawan sakit.

Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangannya menempuh pendidikan, ijazah almarhumah diserahkan langsung oleh Rektor UNIMMA, Lilik Andriyani, didampingi Dekan FKIP, Ari Suryawan. Penyerahan dilakukan kepada pihak keluarga yang hadir dengan membawa foto almarhumah sebagai simbol kehadirannya dalam momen wisuda tersebut.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Lusi.
“Kami keluarga besar Universitas Muhammadiyah Magelang turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Lusi Kristiana, S.Pd. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala dosa-dosanya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ungkapnya.

Ia juga memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kepada keluarga, kami mendoakan agar senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini. Kehadiran keluarga hari ini menjadi bukti cinta dan penghormatan atas perjuangan almarhumah dalam menempuh pendidikan,” tambahnya.

Lebih jauh, Rektor menilai peristiwa tersebut menjadi refleksi mendalam bagi seluruh hadirin yang mengikuti wisuda.
“Kepergian almarhumah menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap perjuangan, setiap ilmu yang diperoleh, dan setiap amal kebaikan akan menjadi bekal yang abadi. Semoga semangat perjuangan almarhumah dalam menuntut ilmu menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujarnya.

Kenangan tentang sosok Lusi juga disampaikan oleh rekan sejawatnya, Sussiyanti. Ia mengenang almarhumah sebagai pribadi yang peduli dan selalu siap membantu.
“Beliau adalah teman seperjuangan, tempat kami bertanya di saat kesulitan menyelesaikan tugas dari dosen. Beliau orang baik. Semoga amal ibadahmu diterima oleh Allah SWT,” tuturnya.

Bagi UNIMMA, momen penyerahan ijazah ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi akademik almarhumah. Meski tidak hadir secara fisik, semangat dan perjuangan yang telah ditorehkan tetap hidup, menjadi inspirasi bagi para wisudawan lainnya dalam melanjutkan perjalanan hidup dan pengabdian di tengah masyarakat.

Be the first to comment

Leave a Reply