Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) melalui Fakultas Agama Islam (FAI) menyelenggarakan Pesantren Ramadan 1447 H yang diikuti pelajar SMA/SMK/MA dari berbagai daerah di Bandung Raya. Kegiatan ini dibuka pada Kamis (5/3/2026) di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus UM Bandung.
Mengusung tema “Membentuk Generasi Beriman, Berilmu, dan Berdaya di Era Digital”, program ini diikuti sekitar 120 pelajar, termasuk peserta yang datang dari Kabupaten Garut.
Ketua Panitia Pesantren Ramadan UM Bandung 2026, Kelik Nursetiyo Widiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat keimanan, memperdalam pemahaman keislaman, serta membentuk karakter pelajar melalui pembinaan intensif selama bulan Ramadan.
“Melalui program ini, peserta diharapkan dapat memperdalam pemahaman dasar ajaran Islam sekaligus mempraktikkan ibadah sesuai tuntunan syariat serta menanamkan nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selain penguatan aspek spiritual, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya literasi digital yang sehat dan bertanggung jawab di kalangan pelajar. Program ini sekaligus menjadi sarana pengenalan lingkungan akademik FAI UM Bandung kepada para siswa yang tengah mempersiapkan diri memasuki pendidikan tinggi.
Dekan FAI UM Bandung, Afif Muhammad, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap para peserta dapat memperoleh pengalaman serta wawasan yang bermanfaat selama mengikuti rangkaian program.
Ia juga memperkenalkan lima program studi yang berada di bawah naungan FAI UM Bandung, yaitu Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Ekonomi Syariah, Hukum Keluarga Islam, serta Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Menurutnya, kelima program studi tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan zaman dan diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memberikan kontribusi bagi umat dan bangsa.
Kegiatan Pesantren Ramadan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III UM Bandung, Zamah Sari. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi Islam yang memiliki jaringan lembaga pendidikan yang luas.
Ia menuturkan bahwa hingga saat ini Muhammadiyah telah mengembangkan ratusan perguruan tinggi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia bahkan hingga luar negeri.
“Ketika kalian berada di sini, artinya kalian sedang berada di kampus yang mengusung konsep Islam berkemajuan dan progresif,” ujarnya.
Selama pelaksanaan program, peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, seperti kajian keislaman, halaqah mentoring, mini workshop, talkshow inspiratif, serta sesi motivasi pengembangan diri. Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan sesi refleksi diri dan penyusunan vision board untuk membantu peserta merancang rencana masa depan.
Rangkaian kegiatan kemudian diperkaya dengan penguatan spiritual melalui kajian sore serta kebersamaan dalam kegiatan buka puasa bersama.
Melalui Pesantren Ramadan ini, UM Bandung berharap dapat memberikan ruang pembinaan bagi generasi muda untuk memperkuat nilai keislaman, meningkatkan literasi digital, serta menumbuhkan semangat pengembangan diri di era digital.
Be the first to comment