Pelatihan Talent PMB Unismuh, WR II Soroti Etika Media Sosial dan Integritas Mahasiswa

Pelatihan Talent PMB Unismuh, WR II Soroti Etika Media Sosial dan Integritas Mahasiswa
Pelatihan Talent PMB Unismuh, WR II Soroti Etika Media Sosial dan Integritas Mahasiswa

Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menegaskan komitmennya dalam membentuk karakter mahasiswa yang beretika, berintegritas, dan berlandaskan nilai Islam Berkemajuan, khususnya bagi mahasiswa yang terlibat sebagai talent promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Ihyani Malik, saat menyampaikan materi Profil dan Kepribadian Mahasiswa Unismuh dalam Pelatihan Talent PMB Unismuh Makassar, Kamis (22/1/2026), di Lantai 16 Gedung Iqra, Kampus Unismuh Makassar.

Dalam pemaparannya, Ihyani menekankan bahwa modernitas dalam perspektif Islam Berkemajuan tidak bertumpu pada simbol atau gaya lahiriah semata, melainkan pada penghayatan nilai dan etika. Menurutnya, Islam memberi ruang bagi ekspresi modern selama tetap berpegang pada prinsip moral.

“Prinsip berpakaian dalam Islam itu sederhana, tidak ketat dan tidak transparan. Model dan warna bebas, selama menutup aurat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Islam Berkemajuan tidak menolak perkembangan zaman, tetapi mengarahkannya agar selaras dengan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

Ihyani juga mengingatkan pentingnya nalar kritis dan sikap ilmiah di tengah derasnya arus informasi digital. Mahasiswa diminta tidak mudah terjebak hoaks, disinformasi, maupun konten berbasis teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) yang belum tentu memiliki dasar kebenaran yang kuat.

Selain aspek intelektual, ia menyoroti pentingnya kepedulian sosial. Mahasiswa, menurutnya, tidak cukup hanya beraktivitas di ruang kampus dan tempat tinggal, tetapi perlu peka terhadap realitas sosial di sekitarnya. Islam Berkemajuan, kata Ihyani, adalah Islam yang mencerahkan, menolak ekstremisme, serta berpihak pada nilai kemanusiaan dan keadilan.

Dalam konteks etika bermedia sosial, Ihyani menekankan konsistensi antara citra digital dan perilaku nyata. “Jangan sampai tampilan di media sosial terlihat religius, tetapi perilaku di lingkungan sosial justru bertolak belakang,” tegasnya.

Khusus bagi mahasiswa yang menjadi talent PMB, Ihyani menilai tanggung jawab moral mereka lebih besar karena berperan sebagai representasi wajah Unismuh di ruang publik. Ia mengingatkan bahwa kesalahan kecil di media sosial dapat berdampak luas terhadap citra institusi.

Oleh karena itu, proses seleksi talent PMB dilakukan secara ketat dengan menempatkan integritas, kejujuran, dan etika sebagai pertimbangan utama, bukan semata kemampuan tampil di depan kamera. “Sekali citra buruk muncul, akan sangat sulit memulihkannya, meskipun sudah dilakukan banyak promosi positif,” ujarnya.

Pelatihan Talent PMB Unismuh Makassar dijadwalkan berlangsung sepanjang hari dengan berbagai materi pendukung, di antaranya Peran dan Tanggung Jawab Talent PMB, Public Relation, Membangun Kepercayaan Diri, Komunikasi Efektif di Media Sosial, serta Public Speaking.

Menutup materinya, Ihyani menegaskan profil lulusan yang ingin dibentuk Unismuh Makassar, yakni profesional yang beretika, pemimpin berkarakter, dan intelektual yang memiliki kepedulian sosial. “Kuliah adalah proses membentuk jati diri. Pilih kampus yang sejalan dengan nilai hidup. Muhammadiyah adalah ruang tumbuh untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*