WARTAPTM.ID, MADIUN — Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) terus mendorong peningkatan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar berbasis praktik. Hal ini diwujudkan melalui penyerahan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) ke Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyah Kota Madiun, Rabu (16/7/2026).
Sebanyak 30 mahasiswa dari Program Studi Kebidanan D3 dan Administrasi Kesehatan (Adminkes) diterjunkan langsung untuk mengikuti praktik lapangan di lingkungan rumah sakit. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan realitas pelayanan kesehatan.
Rombongan mahasiswa dipimpin oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMJT, Eny Pemilu Kusparlina, didampingi jajaran pimpinan program studi. Kehadiran mereka disambut oleh manajemen RSI Siti Aisyah Madiun, termasuk Wakil Direktur Medis, Erik Hidajaya Putra.
Dalam keterangannya, Eny Pemilu Kusparlina menegaskan bahwa program PKL dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa secara komprehensif, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional.
“PKL ini bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja, khususnya di bidang pelayanan kesehatan. Mahasiswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga langsung berinteraksi dengan sistem layanan di rumah sakit,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa Program Studi Kebidanan akan menjalani Pengalaman Belajar Praktik (PBP) Keterampilan Dasar Klinik Kebidanan dengan target penguasaan 17 kompetensi dasar. Kompetensi tersebut meliputi pengkajian fisik, pengukuran tanda vital, hingga persiapan pasien sebelum dan sesudah tindakan medis.
“Mahasiswa diharapkan mampu menguasai keterampilan dasar kebidanan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan hingga pendampingan pasien dalam berbagai prosedur layanan kesehatan,” jelasnya.
Sementara itu, mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan menjalani Praktik Belajar Lapangan (PBL) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sesuai jenjang semester. Fokus pembelajaran diarahkan pada pengelolaan administrasi layanan kesehatan secara profesional.
Kaprodi Adminkes, Lina Alfiyani, menyebutkan bahwa mahasiswa dibekali kemampuan dalam berbagai aspek administrasi, mulai dari pelayanan, ketenagaan, sarana prasarana, hingga manajemen keuangan dan mutu fasilitas kesehatan.
“Mahasiswa dilatih untuk memahami sistem administrasi rumah sakit secara utuh, sehingga memiliki kesiapan dalam menjalankan peran sebagai tenaga administrator kesehatan,” ungkapnya.
Kegiatan PKL ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 15 Juli hingga 11 Agustus 2026. Sebelum diterjunkan ke lapangan, mahasiswa telah dibekali melalui ujian praktikum dan panduan target capaian yang akan menjadi dasar evaluasi selama praktik berlangsung.
Melalui program ini, UMJT menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan kesiapan profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Sinergi antara perguruan tinggi dan institusi layanan kesehatan ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus memperkuat kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan di masyarakat.
Be the first to comment