WARTAPTM.ID, MAKASSAR — Komitmen membangun budaya akademik yang menjunjung nilai kemanusiaan terus diperkuat oleh Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Hal ini ditunjukkan melalui kegiatan penguatan kapasitas hak asasi manusia (HAM) bagi mahasiswa yang digelar bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Selatan, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman sekaligus kesadaran tentang pentingnya penghormatan dan perlindungan HAM di lingkungan kampus.
Ketua Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Unismuh Makassar, Nenny, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan akademik yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kesetaraan, dan non-diskriminasi.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep HAM, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, aman, dan beradab,” ujarnya.
Antusiasme mahasiswa terhadap kegiatan ini terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 300 orang. Hal ini menunjukkan bahwa isu HAM semakin relevan dan mendapat perhatian di kalangan mahasiswa.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Selatan, Daniel Rumsowek, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.
“Hak asasi manusia adalah hak yang melekat pada setiap individu sejak lahir dan bersifat universal. Mahasiswa harus mampu menjadi agen kemanusiaan yang memahami serta memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer ilmu, tetapi juga sebagai tempat pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.
Pelaksana Harian Rektor Unismuh Makassar, Ihyani Malik, menyoroti pentingnya kebebasan berekspresi yang tetap berada dalam koridor etika dan penghormatan terhadap hak orang lain.
“Kebebasan berekspresi harus dibarengi dengan tanggung jawab sosial. Kampus perlu menjadi ruang yang aman untuk menyampaikan pendapat tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan literasi HAM menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem kampus yang inklusif dan toleran.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga menghadirkan diskusi interaktif bersama akademisi yang membahas berbagai isu aktual, termasuk kebebasan berekspresi di era digital.
Forum ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperluas perspektif serta memahami implementasi HAM dalam konteks kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami HAM secara konseptual, tetapi juga mampu menginternalisasi dan mengimplementasikannya dalam sikap dan tindakan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Universitas Muhammadiyah Makassar dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Be the first to comment