Pojok Statistik Umsida Juara 1 Nasional Dua Tahun Berturut-turut

Pojok Statistik Umsida Juara 1 Nasional Dua Tahun Berturut-turut

WARTAPTM.ID, SIDOARJO — Pojok Statistik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali meraih Juara 1 Pojok Statistik Terbaik Indonesia kategori binaan BPS tingkat kabupaten. Penghargaan yang diberikan Badan Pusat Statistik (BPS) RI itu diterima dalam rangkaian peringatan Hari Statistik Nasional 2026 di Grand Platinum Hotel Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Capaian tersebut menjadi penghargaan kedua bagi Pojok Statistik Umsida setelah meraih predikat serupa pada tahun sebelumnya. Prestasi dua tahun berturut-turut itu sekaligus menunjukkan konsistensi Umsida dalam mengembangkan literasi statistik dan pemanfaatan data di lingkungan perguruan tinggi.

Ketua Pojok Statistik Umsida, Suprianto, mengatakan penghargaan tersebut tidak semata menjadi capaian institusi, tetapi juga menjadi amanah untuk mempertahankan kualitas layanan dan pengembangan program.

“Dua kali mendapat penghargaan ini menjadi bukti bahwa Umsida tak hanya unggul sesaat, tetapi mampu menjaga konsistensi kualitas di tengah persaingan antar-Pojok Statistik di Indonesia,” ujar Suprianto, yang akrab disapa Dr Anto.

Penilaian Pojok Statistik dilakukan melalui sejumlah aspek, antara lain kelembagaan dan tata kelola, kualitas layanan data, literasi statistik kepada publik, inovasi program, kolaborasi dengan mitra, serta keberlanjutan program.

Menurut Suprianto, capaian Pojok Statistik Umsida ditopang oleh beberapa aspek yang dibangun secara berkelanjutan. Salah satunya adalah dukungan kelembagaan dari pimpinan universitas.

Selain itu, kerja sama dengan BPS Kabupaten Sidoarjo menjadi bagian penting dalam pengembangan program. Kolaborasi tersebut mencakup peningkatan kapasitas, penguatan literasi data, hingga keterlibatan dalam kegiatan statistik daerah.

“Kolaborasi ini dimulai dari pembinaan kapasitas, penguatan literasi data, hingga pelibatan dalam kegiatan statistik daerah. Pojok Statistik Umsida selalu selaras dengan kebutuhan riil pengguna data,” jelasnya.

Pojok Statistik Umsida juga mengembangkan budaya evaluasi dan inovasi. Program yang berjalan ditinjau secara berkala untuk melihat kebutuhan perbaikan dan pengembangan layanan.

Keterlibatan dosen dan mahasiswa menjadi bagian lain dari keberlanjutan program. Mahasiswa dilibatkan sebagai agen literasi statistik, sedangkan dosen berperan dalam pendampingan akademik. Koordinasi kelembagaan dilakukan untuk memastikan berbagai program dapat berjalan secara berkesinambungan.

“Konsistensi ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari sistem, budaya kerja, dan kolaborasi yang dibangun secara sadar dan berkelanjutan,” kata Suprianto.

Pojok Statistik Umsida tidak hanya berfungsi sebagai ruang layanan informasi statistik. Program tersebut juga diarahkan untuk membangun budaya penggunaan data dalam aktivitas akademik dan pengabdian kepada masyarakat.

Layanannya mencakup konsultasi dan pendampingan statistik bagi mahasiswa, dosen, maupun pihak eksternal, terutama dalam pengolahan data dan metodologi penelitian.

Literasi statistik juga diperkenalkan kepada mahasiswa baru melalui kegiatan Fortama. Pojok Statistik Umsida turut menggelar pelatihan dan lokakarya statistik terapan bersama BPS Kabupaten Sidoarjo, antara lain mengenai analisis data, visualisasi, dan penggunaan aplikasi statistik.

Data statistik juga dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Edukasi diperluas melalui kanal digital, media sosial, seminar, webinar, dan berbagai kegiatan lainnya.

Kolaborasi dengan BPS Kabupaten Sidoarjo mencakup sosialisasi, survei, dan diseminasi data statistik. Sementara itu, monitoring dan evaluasi berbasis indikator dilakukan untuk menjaga keberlanjutan serta keterukuran program.

Suprianto menegaskan penghargaan nasional tersebut bukan menjadi titik akhir pengembangan Pojok Statistik Umsida. Ke depan, pihaknya menyiapkan penguatan layanan digital dan perluasan literasi statistik kepada kelompok masyarakat yang lebih luas.

Pengembangan itu antara lain diarahkan pada layanan konsultasi statistik secara daring, penguatan riset berbasis data BPS, integrasi dengan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), serta edukasi statistik bagi mahasiswa, masyarakat, sekolah, dan pelaku UMKM.

Pojok Statistik Umsida juga akan memperluas kolaborasi dengan BPS Kabupaten Sidoarjo, dosen, mahasiswa, serta Pojok Statistik dari perguruan tinggi lainnya untuk berbagi praktik baik.

Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, juga menjadi bagian dari pengembangan program. Namun, inovasi tersebut tetap diarahkan untuk menjawab kebutuhan layanan dan literasi data secara relevan.

“Kami percaya, kolaborasi adalah kunci, inovasi adalah napas, dan data adalah cahaya untuk mengambil keputusan yang lebih baik. Insya Allah, Pojok Statistik Umsida akan terus berbenah, berinovasi, dan berprestasi,” pungkas Suprianto.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply