Prof Agustan, Simbol Konsistensi Riset Unismuh Makassar di Panggung Hibah BIMA

Prof Agustan, Simbol Konsistensi Riset Unismuh Makassar di Panggung Hibah BIMA
Prof Agustan, Simbol Konsistensi Riset Unismuh Makassar di Panggung Hibah BIMA

WARTAPTM.ID, MAKASSAR – Di tengah kompetisi hibah penelitian yang semakin ketat, nama Prof. Dr. Agustan S., M.Pd. menjadi salah satu representasi kuat budaya riset di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Dalam dua tahun terakhir, ia menunjukkan produktivitas yang konsisten. Pada pendanaan BIMA 2025, ia tercatat sebagai dosen dengan perolehan judul hibah terbanyak di lingkungan kampus. Tren itu berlanjut pada BIMA 2026, di mana namanya kembali masuk dalam jajaran penerima terbanyak.

Capaian tersebut tidak hadir secara instan. Di baliknya terdapat proses panjang yang dibangun melalui ketekunan membaca peluang riset, kecermatan menyusun proposal, serta disiplin dalam mengikuti ketentuan akademik dan administratif.

Lebih dari itu, Prof Agustan juga aktif berbagi pengalaman melalui berbagai forum pendampingan yang difasilitasi Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar.

Jejak Akademik yang Bertahap dan Konsisten

Perjalanan akademiknya dibangun secara bertahap. Lahir di Ujung Pandang, ia memulai pendidikan dari jenjang diploma hingga akhirnya meraih gelar doktor di bidang Pendidikan Matematika dari Universitas Negeri Surabaya pada 2017.

Karier akademiknya pun berkembang secara progresif, mulai dari asisten ahli, lektor, lektor kepala, hingga akhirnya dikukuhkan sebagai guru besar pada 2025.

Dalam pidato pengukuhannya, ia mengangkat tema tentang strategi pemecahan masalah berbasis gaya kognitif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi reflektif matematis calon guru. Perspektif ini menunjukkan bahwa baginya, pendidikan matematika bukan sekadar soal angka, melainkan proses membentuk cara berpikir dan kemampuan reflektif.

Produktivitas akademiknya juga terlihat dari rekam jejak publikasi. Ia telah menghasilkan lebih dari seratus karya ilmiah, dengan sejumlah artikel terindeks Scopus, serta terlibat dalam berbagai kolaborasi riset, baik nasional maupun internasional.

Konsisten Menembus Hibah BIMA

Konsistensi Prof Agustan semakin terlihat dalam capaian hibah BIMA. Pada 2025, ia berhasil meloloskan tiga judul penelitian dengan fokus pada pengembangan pembelajaran digital, literasi numerasi, dan pendekatan reflektif dalam pendidikan matematika.

Tema-tema tersebut menunjukkan adanya kesinambungan agenda riset yang terarah. Ia tidak sekadar mengajukan proposal, tetapi membangun peta jalan keilmuan yang konsisten.

Pada 2026, capaian tersebut meningkat dengan empat judul hibah yang berhasil diperoleh. Di tengah seleksi yang semakin ketat, keberhasilan ini menjadi indikator kemampuan menjaga kualitas proposal secara berkelanjutan.

Bagi Unismuh Makassar, figur seperti Prof Agustan bukan hanya soal capaian individu, tetapi juga penanda tumbuhnya budaya riset yang berbasis kebiasaan akademik: membaca panduan, memetakan tema, menyempurnakan proposal, dan menjaga disiplin ilmiah.

Peran sebagai Pendamping Riset

Peran Prof Agustan tidak berhenti sebagai penerima hibah. Ia juga aktif dalam ekosistem pembinaan proposal di lingkungan kampus.

Dalam berbagai forum klinik dan workshop, ia kerap menekankan pentingnya kualitas proposal secara menyeluruh.

“Proposal hibah tidak cukup hanya menarik di judul, tetapi harus sistematis, taat panduan, dan memiliki kebaruan yang jelas,” ungkapnya dalam salah satu forum pendampingan.

Ia juga mengingatkan pentingnya keselarasan antara judul, metode, dan luaran penelitian. Menurutnya, banyak proposal gagal bukan karena ide lemah, tetapi karena ketidaksinambungan antarbagian.

Selain itu, aspek administratif juga menjadi perhatian penting. Ketelitian dalam mengikuti panduan teknis sering kali menjadi faktor penentu lolos tidaknya sebuah proposal.

Melalui forum klinik yang digelar LP3M, proposal tidak hanya dipresentasikan, tetapi juga dibedah secara mendalam untuk menemukan kelemahan dan memperbaikinya. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas proposal dosen.

Strategi Lolos Hibah: Dari Masalah hingga Roadmap

Berbagi pengalamannya, Prof Agustan menekankan beberapa hal penting bagi dosen yang ingin lolos hibah BIMA.

Pertama, memulai dari permasalahan yang jelas dan relevan, bukan sekadar judul yang terdengar menarik. Kedua, memastikan kebaruan riset benar-benar terlihat, baik dari sisi metode, konteks, maupun pendekatan.

Ketiga, menjaga keterkaitan antara judul, rumusan masalah, metode, dan luaran. Keempat, disiplin mengikuti panduan teknis yang telah ditetapkan.

Selain itu, ia juga mendorong pemanfaatan forum pendampingan sebagai ruang evaluasi proposal. Terakhir, yang tidak kalah penting adalah membangun roadmap riset yang berkelanjutan, bukan sekadar proposal musiman.

Dari jejak akademiknya, terlihat bahwa konsistensi tema menjadi salah satu kunci. Setiap penelitian yang diajukan merupakan bagian dari agenda intelektual yang saling terhubung.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*